Pemkab Minsel Aloksikan Rp7 M untuk Jamkesda

Bupati Minsel Franky D Wongkar dan Wakil Bupati Petra Rembang
IMG-20210818-WA0009

Amurang, Sulutreview.com – Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) fokus pada program pro rakyat, yang mulai dilaksanakan.

Kendati terkendala refocusing anggaran, sehingga membuat sejumlah program harus mengalami pengurangan anggaran, namun Pemkab Minsel terus menunjukkan komitmen untuk membangun daerah.

Bacaan Lainnya

Buktinya, program jaminan kesehatan bagi warga sudah dimulai. “Pada bulan Februari sudah dilakukan penandatangan kerjasama antara Pemkab Minsel dengan BPJS Kesehatan,” tutur Kadis Kesehatan Minsel dr Edwin Schouten, kepada sejumlah wartawan, baru-baru ini.

Menurutnya, sesuai dengan program awal Pemerintah FDW-PYR telah menata sekira Rp7 M di APBD 2021. Dengan jumlah sasaran 12.479 warga, namun kuota meningkat menjadi 15.166 warga.

“Penambahan kuota ini karena kontrak kerja sama dilakukan bulan Februari dari perencanaan awal tahun,” jelas dr Edwin.

Untuk menerima jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) ini, dr Edwin menjelaskan, diutamakan bagi masyarakat yang kurang mampu. Dan proses pendataan ini bekerja sama dengan Dinas Sosial.

Di samping itu juga pemerintah desa yang berada di wilayah paling tahu keberadaan masyarakat juga akan menjadi salah satu pendata. “Itu karena Jamkesda sasaran bagi masyarakat, jadi peran pemerintah desa dan pemerintah kelurahan itu ada,” sambungnya.

Atas program ini, Bupati Minsel Franky D Wongkar SH menegaskan,  program pemberian Jamkesda ini sesuai dengan janji politik FDW-PYR waktu lalu. Sehingga dengan jaminan kesehatan ini, masyarakat yang berhak menerima bisa merasakan manfaatnya.

Selain itu juga FDW menjelaskan, masyarakat di Minsel juga menadapat Jaminan Kesehatan Nasional (Jamkesnas). “Menjadi fokus utama kami saat ini bagaimana masyarakat khususnya yang tidak mampu agar tidak khawatir untuk datang berobat ketika mengalami kondisi sakit,” jelas Wongkar.(srv)

banner 300x250