Pemprov Sulut dan BI Cari Solusi Stabilkan Harga Rica

0
41
Wakil Gubernur Sulut, Steven OE Kandouw

Manado, Sulutreview.com – Harga cabai rawit (rica) yang melambung hingga menyentuh Rp100.000 per kilogram, menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov) Sulut.

Kenaikan harga komoditas rica yang terus bertahan di level harga yang tinggi tersebut, telah memicu inflasi di Kota Manado sebesar 0,17 persen.

Menyikapi kondisi tersebut, Wakil Gubernur Sulut Steven OE Kandouw menyebutkan akan melakukan koordinasi dengan Bank Indonesia (BI), untuk mencari solusi terbaik. Terutama ketersediaan pasokan yang cukup sehingga harga dapat secepatnya stabil.

“Pemprov dan Bank Indonesia akan mencari cara agar harga rica secepatnya stabil,” kata Kandouw Kamis (8/4/2021).

Menurut Kandouw, kenaikan harga rica saat ini, bukan hanya terjadi di Sulut. Namun juga di sebagian besar daerah di Indonesia.

“Pemprov akan berupaya menyisir daerah mana yang memiliki stok rica cukup, untuk kemudian kita datangkan ke Sulut. Upaya ini, menjadi solusi agar harga cepat stabil,” ujarnya.

Diketahui, kenaikan harga cabai atau rica diSulut, lebih dipicu oleh kelangsungan cuaca yang terus menerus hujan. “Cuaca menjadi penyebab berkurangnya ketersediaan rica,” sebutnya.

Kepala Bank Indonesia Provinsi Sulut, Arbonas Hutabarat menyarankan masyarakat agar berupaya menanam rica di polybag. “Kami sarankan agar masyarakat yang tidak punya lahan dapat menanam rica di polybag. Meski tidak signifikan, namun langkah ini dapat mengendalikan inflasi,” kata Arbonas sembari menambahkan BI berencana membagikan bibit rica gratis untuk masyarakat.

“BI akan menyediakan bibit rica gratis untuk ditanam oleh masyarakat,” tandasnya.(eda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here