Kepala Dinas Pendidikan Drs Julius Markus Ondang MS.i
Bitung, Sulutreview.com- Menyusul sampai saat ini, Pandemi Covid-19 masih terus berlangsung. Pihak Dinas Pendidikan khususnya di Kota Bitung, sudah meniadakan pembelajaran didalam sekolah dalam memutus mata rantai Covid-19.
Kendati begitu, para siswa bukan berarti tidak bisa sekolah seratus persen. Namun metode pembelajaran-nya yang diubah yaitu melalui Dalam Jaringan (Daring), Luar Jaringan (Luring) dan yang terakhir disampaikan Kepala Dinas Pendidikan di Kota Bitung Drs Julius Markus Ondang SP.d MS.i yaitu Guling (Guru Keliling) melalui pembelajaran kelompok diluar sekolah yakni di wilayah rumah yang berdekatan dengan siswa.
Kendati demikian, berhembus kabar masih ada saja sekolah di Kota Bitung, diduga masih saja melanggar akan metode pembelajaran di Masa Covid-19 yang terus berlangsung saat ini.
Pasalnya dari beberapa informasi yang didapat, diduga ada salah satu Sekolah Dasar (SD) yaitu SD Generasi Bintang yang berada di wilayah Kecamatan Matuari yaitu, di depan RSUD Manembo-nembo diduga menyelenggarakan pembelajaran didalam sekolah.
Alhasil, dari kabar tersebut. Tembus sampai ketelinga Kadis Pendidikan yang langsung membuat dirinya bergeming untuk bereaksi.
Apalagi saat dikonfirmasi wartawan Senin (22/02/2021), Kadis Pendidikan langsung membenarkan bahwa sudah ada laporan tentang hal tersebut. “Ya kabar ini saya sudah dengar. Dan hal ini saya sudah menugaskan Tim Pengawas SD untuk menelusuri dugaan kabar tersebut, untuk turun ke SD Generasi Bintang tersebut,” kata Kadis.
Kadis menegaskan, untuk saat ini, memang sekolah sudah diperbolehkan. Hanya saja tidak bisa didalam ruangan sekolah. Harus pembelajaran kelompok di wilayah siswa yang tinggal berdekat-dekatan.
“Memang kalau didalam ruangan sekolah, tidak bisa. Harus di depan sekolah, dengan areal terbuka dengan mematuhi Protocol Kesehatan,” tegasnya.
Sementara itu, pihak Sekolah Generasi Bintang, saat dikonfirmasi melalui salah satu perwakilanya. Membenarkan, bahwa pihak Tim Pengawas Dinas Pendidikan telah datang ke sekolah mereka, untuk memberikan berupa himbauan.
“Memang kami disini meskipun didalam area sekolah, namun siswa dibatasi. Apalagi ruangan didalam sekolah kami karena masih dalam proses rehab, masih dalam suasana terbuka. Dan setiap siswa yang datang, wajib mengikuti Protokol Kesehatan yaitu memakai masker, cuci tangan pakai hand sanitizer dan selalu menjaga jarak,” kata salah satu wanita di SD Generasi Bintang yang enggan namanya dipublish.
Selain itu juga, pembelajaran Luring dan Daring tetap kami lakukan. “Ya memang untuk saat ini, kami akan melakukan pembelajaran disini, satu minggu hanya 3 kali saja. Itupun tidak semua hadir melainkan dibatasi perkelompok. Apalagi dalam setiap rencana program kami sudah kami rapatkan dengan Orangtua siswa dan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan lewat pengawas,” ujar seorang Wanita di SD Generasi Bintang yang ngotot melarang wartawan untuk memotret di sekolahnya tersebut.(zet)













