Manado, Sulutreview.com
BETAPA hatiku takkan pilu
Telah gugur pahlawanku
Betapa hatiku takkan sedih
Hamba ditinggal sendiri
Siapakah kini pelipur lara
Nan setia dan perwira
Siapakah kini pahlawan hati
Pembela bangsa sejati
Telah gugur pahlawanku
Tunai sudah janji bakti
Gugur satu tumbuh seribu
Tanah air jaya sakti
Lagu Gugur Bunga berkumandang menyambut kedatangan jenazah Duta Besar Republik Indonesia untuk Filipina, Dr Drs Sinyo Harry Sarundajang (SHS) saat memasuki pelataran lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (18/02/2021).
Jenazah SHS yang berada di dalam peti, dan dibungkus bendera Merah Putih, selanjutnya diturunkan dari kendaraan pribadi Alphard hitam.
Jajaran keluarga besar Pemerintah Provinsi Sulut dan pejabat tak kuasa menahan haru dan isak tangis.
Wakil Gubernur Drs Steven OE Kandouw bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) dengan Komandan Upacara Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setdaprov Sulut, Jemmy Ringkuangan AP MSi.

Dalam sambutannya, Kandouw menyampaikan rasa dukacita mendalam kepada keluarga besar almarhum SHS, khususnya istri Ny Deetje Sarundajang-Laoh Tambuwun, anak-anak, menantu dan cucu-cucu.
“Bukan hanya keluarga, kami semua telah kehilangan putra terbaik bangsa. Almarhum SHS merupakan sosok yang sangat berjasa bagi Sulawesi Utara, penuh dedikasi dan pengabdian. Beliau adalah man of all the year, sosok yang selalau ada di sepanjang masa,” ungkap Kandouw.
Kandouw juga menghiburkan, bahwa keluarga tidak sendirian. “Keluarga tidak sendirian, kami semua adalah keluarga,” tandasnya.
Prosesi persemayaman almarhum SHS, juga meninggalkan duka di kalangan pejabat eselon II yang rata-rata pernah bekerja semasa almarhum menjabat gubernur selama dua periode.
Pada kesempatan tersebut, barisan pejabat eselon II melantunkan lagu yang kerap dibawakan almarhum di berbagai kesempatan, yakni Damai Bersamamu yang dipopulerkan penyanyi Chisye.

“Saya sangat kehilangan seorang pemimpin yang hebat, yang mampu memberikan teladan namun juga orang tua yang mengayomi,” kata Kepala Dinas Komunikasi Informasi Statistik dan Persandian, Ch Talumepa.
Senada disampaikan Kepala Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana Sulut dr Bahagia Mokoagow, bahwa almarhum adalah figur yang memiliki talenta paripurna. “Dalam segala hal, almarhum adalah orang yang perfect. Disiplin dalam bekerja sehingga banyak hal baik yang dapat kami jadikan sebagai panutan,” sebutnya.
Sementara itu, Jemmy Ringkuangan yang mendapat tugas sebagai komandan upacara, mengaku sangat sedih dengan berpulangnya SHS.
“Indonesia kehilangan salah satu negosiator ulung dan pamong teladan, jasamu tak terhingga bagi negeri ini. Banyak pelajaran besar diwariskan pada kami. Selamat jalan Sang Maestro,” tukasnya.
Diketahui, Dr Drs Sinyo Harry Sarundajang, lahir di Kawangkoan Kabupaten Minahasa pada 16 Januari 1945.
SHS wafat setelah mendapat perawatan di UGD Mochtar Riady Comprehensive Cancer Centre (MRCCC) Siloam Hospitals Semanggi.
SHS merupakan mantan Gubernur Sulut ke-12 yang menjabat selama dua periode.
Pada pemilihan Kepala Daerah Sulut tahun 2005-2010, SHS berpasangan dengan Freddy Harry Sualang. Pada pemilihan Kepala Daerah tahun 2010-2015, SHS berpasangan dengan Djouhari Kansil.
SHS merupakan birokrat pada Departemen Dalam Negeri (Depdagri). Bahkan pernah ditunjuk menjadi penjabat gubernur di dua provinsi, yakni Provinsi Maluku dan Maluku Utara, di mana pada Februari 2018, ia dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Duta Besar Indonesia untuk Filipina merangkap Kepulauan Marshall dan Palau.(hilda)













