Amurang, Sulutreview.com – Pergantian pemerintahan dari Bupati Christiany E Paruntu dan Wakil Bupati Franky D Wongkar (FDW) kepada Bupati terpilih FDW dan Wakil Bupati Terpilih Petra Y Rembang (PYR), membawa sejumlah harapan di tangan pemerintahan yang baru.
Dipastikan pascapelantikan akan diikuti dengan pergantian posisi birokrat.
Pakar politik dan pemerintahan Sulut Dr Ferry D Liando, mengatakan untuk membuat Kabupaten Minsel maju, maka roda pemerintahan harus benar-benar kokoh. Ibarat fondasi rumah benar-benar fondasi dibangun dengan bahan yang baik.
“Saya yakin Minsel bisa sejajar dgn daerah lain. Potensi Minsel cukup bagus. Tinggal bagaimana bupati mengendalikannya dengan baik,” jelasnya.
Dalam penempatan birokrat lanjut Liando, FDW-PYR harus benar-benar menempatkan birokrat handal dan profesional. Jika hal ini dilakukan maka roda pemerintahan akan berjalan dengan baik.
“Saya sarankan pilihlah birokrat yang profesional. Jangan mengangkat birokrat karena punya andil saat kampanye tapi tidak cakap sebagai seorang pemimpin,” sarannya.
Mengapa harus seperti itu? Menurut lagi Liand, hal ini dilihat karena di Minsel banyak birokrar yang profesional, jujur, punya pengalaman kepemimpinan yang bagus. Tapi saat Pilkada mereka tunduk pada ketentuan UU Pilladka yaitu wajib netral dalam pilkada.
Namun banyak pengalaman dalam pilkalda sebelumnya bahwa justru para birokrar yang bagus itu digantikan oleh pejabat baru yang nihil prestasi hanya karena berani menjadi tim sukses saat Pilkada.
“Sekali lagi saya sarankan dan berharap pengalaman buruk itu harus dibenahi oleh bupati yang baru. Pilihlah mereka yang betul-betul profesional. Hanya dengan cara itu maka Minsel akan sejajar dan malah akan lebih manju dari daerah lain,” ucap Liando penuh optimis.
Sebaliknya lanjut Liando, jika FDW-PYR menempatkan birokrat hanya karena saat jadi tim sukses pada Pilkada lalu maka Minsel tidak akan ada perubahan. Dan orang akan beranggapan yang negatif. “Apalagi slogan yang digaungkan pada Pilkada lalu ada perubahan. Sehingga pengalaman buruk jangan pernah terulang lagi,” pungkasnya.(srv)













