Ada Cahaya di Rumah Jan Pontoh

Sentuhan cahaya kasih untuk keluarga Jan Pontoh, yang mendapatkan listrik gratis dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) melalui program Virtual Charity Run and Ride (VCRR)

Minahasa Utara, Sulutreview.com – Mengandalkan kekuatan penerangan lampu botol dan lilin untuk beraktivitas di malam hari, tak lazim lagi dilakoni pada kehidupan zaman yang serba modern dan maju dewasa ini.

Orang akan memilih untuk hidup nyaman, tenang dan senang dengan berbagai fasilitas pendukung yang memberikan akses kemudahan, praktis dan efisien.

Namun berbeda halnya dengan Jan Pontoh (65), warga Desa Warukapas, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara (Sulut), yang justru telah menyatu dengan gelapnya malam.

Makan malam dan belajar tanpa cahaya penerangan listrik. Bahkan tak menonton televisi sebagai hiburan saat melepas penat setelah seharian bekerja, telah melekat erat dalam perjalanan Jan dan keluarga.

Sempat terbersit keinginan untuk mengusir kegelapan demi menjemput terang dan menyongsong kehidupan yang layak. Namun harapan itu pupus dalam keterbatasan, yang tak mampu diraihnya.

Sebagai sosok masyarakat yang terpinggirkan Jan menerima segala sesuatu dengan apa adanya. Dia hanya pasrah dengan melewati keadaan yang serba sederhana itu tanpa ada rasa beban.

Jan mengetahui kapasitas dan potensinya yang tidak memiliki kekuatan ekonomi, sebagai bekal untuk menikmati cahaya listrik.

Pekerjaan utamanya sebagai buruh bangunan lepas dan petani ubi bete (talas) tak memungkinkan baginya untuk membiayai pemasangan sambungan listrik dengan biaya rutin yang harus dibayar.

Praktis di sepanjang hidupnya, yakni selama 65 tahun, Jan harus bergaul karib dengan yang namanya kesusahan dan kesulitan hidup. Sebab, untuk menyalakan lampu botol pun butuh perjuangan, manakala minyak tanah sebagai bahan bakar tak mudah didapatkan lagi.

Rumah Jan Pontoh kini benderang di malam hari

“Tidak semua warung menjual minyak tanah, kalau pun ada, hanya waktu-waktu tertentu saja. Jika minyak tanah habis, kami hanya menyalakan lilin. Kalau lilinnya habis kami terpaksa harus tinggal dalam gelap,” kata Jan mengisahkan perjalanan hidupnya yang tanpa penerangan listrik.

Jan bernasib baik, keberuntungan ada di pihaknya. Mata Tuhan tertuju padanya, melihat kerinduan dan mimpi Jan bersama keluarga untuk merasakan sentuhan cahaya kasih, dengan mendapatkan listrik gratis dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) melalui program Virtual Charity Run and Ride (VCRR) .

Melalui bantuan listrik gratis PLN, kini Jan bersama keluarganya dapat menjalani aktivitas di malam hari. Kegelapan yang akrab dengannya selama 65 tahun telah sirna, penerangan listrik telah masuk ke dalam rumahnya.

“Kehadiran PLN adalah terang bagi rumahku dan kehidupanku. Terima kasih PLN, terima kasih peserta Virtual Charity Run and Ride. Energimu cahaya bagiku,” kata Jan bersama cucu terkasih.

Ada senyuman sumringah Jan Pontoh setelah 65 tahun bergelut dalam gelap

Diketahui, bantuan listrik gratis kepada masyarakat ini, dilatari bahwa listrik sudah menjadi kebutuhan setiap orang. Dalam artian, dengan hadirnya listrik dapat memberi kesempatan untuk menjalankan kegiatan usaha guna untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

“PLN telah menyambung listrik keluarga pra sejahtera di Kabupaten Minahasa Utara. PLN melalui Program Virtual Charity Ride and Ride telah berhasil membawa kebahagiaan kepada masyarakat yang selama ini belum menikmati listrik dengan bantuan penyambungan listrik gratis,” ungkap General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Suluttenggo, Leo Basuki, Jumat (22/01/2021).

“Jan Pontoh, 65 tahun yang bekerja sehari-hari sebagai buruh bangunan lepas dan petani telah menjadi salah satu yang mendapatkan bantuan dari program ini. Selama ini ia belum pernah merasakan listrik dalam hidupnya, dengan hanya menggunakan pelita dan lilin sebagai bantuan penerangan. Namun setelah PLN hadir dan menyambungkan listrik di rumahnya, ia merasa bahagia dan berterima kasih kepada PLN,” ungkap Leo.

“Jan Pontoh yang hidup bersama anak-anak dan cucu-cucunya, merasa bersyukur dengan adanya listrik. Sehingga anak cucunya dapat belajar di malam hari dengan penerangan listrik lewat penyambungan listrik gratis,” tukasnya kembali.

Bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa penyambungan listrik gratis diperuntukkan kepada 325 masyarakat kurang mampu yang tersebar di Kota Manado, Kabupaten Minahasa Utara,  Minahasa Induk dan Minahasa Selatan.

Masyarakat yang mendapat bantuan ini benar-benar berhak, karena berdasarkan Basis Data Terpadu dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Sebelumnya, pada gelaran PLN VCR 2020,
Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN, Agung Murdifi menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah ikut menabur kebaikan.

“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta PLN VCRR 2020. Karena berdasarkan hasil dari kegiatan ini menjadi senyum benderang bagi saudara-saudara kita yang saat ini, telah merasakan manfaat listrik bagi kehidupan sehari-harinya,” ujarnya.

Semarak VCRR 2020, sambung Agung diharapkan dapat berlanjut di tahun tahun-tahun mendatang. Sehingga terangnya listrik dapat dinikmati oleh masyarakat yang membutuhkan melalui penyambungan listrik secara gratis.

PLN VCRR yang merupakan rangkaian dari peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-75 ini, merupakan ajang donasi melalui olahraga (berlari dan bersepeda) yang telah diselenggarakan pada 16 Oktober hingga 1 November 2020 lalu. Di mana setiap kilometer dalam berlari dikonversikan ke dalam rupiah yaitu sebesar Rp40.000 dan sepeda sebesar Rp35.000. Berdasarkan nominal tersebut, selanjutnya digunakan untuk biaya penyambungan listrik bagi rumah masyarakat pra sejahtera yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan kekuatan daya 450 VA.(hilda)

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *