Manado, Sulutreview. com – Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2020 yang digelar sebagai ajang bergengsi para insan pers, meninggalkan kesan mendalam bagi Amanda Komaling, jurnalis Metrotv TV.
Betapa tidak, event yang dilaksanakan Pertamina MOR VII selama ke-18 kali ini, berhasil mengantarkan Amanda sebagai jurnalis terbaik, yakni best of the best melalui karya jurnalistik kategori CSR ‘Berkarya Tanpa Bicara’.
Karya berdurasi selama 11 menit ini mengangkat tema tentang bagaimana Kaum difabel tuna rungu di Kota Bitung, Sulut mendapatkan informasi seputar Covid-19, melalui teman tuli mereka saling bertukar informasi.
Bahkan, kelompok yang merupakan binaan Program CSR Pertamina Integrated Terminal Bitung ini memproduksi masker untuk diberikan sebagai bantuan kepada masyarakat Kota Bitung.
“Karya ini untuk insan pers semua dan untuk komunitas peduli tuli bitung (Kaleb). Saya kira hanya sampai di pemenang kategori saja. Puji Tuhan, terima kasih untuk Pertamina Regional Sulawesi yang telah menemukan program ini dan selalu memberikan data dan informasi untuk kami secara terbuka. Saya rasa hanya pertamina yang konsisten memiliki program CSR seperti ini,” ujar Amanda.
“Dari lubuk hati paling dalam saya berterima kasih kepada teman-teman seprofesi semuanya yang sangat solid dan juga memberi support bagi saya,” ujarnya.
Amanda juga menyampaikan Terima kasih kepada semua pihak. Khususnya, Ketua Panitia Taufik Koerniawan dan Yukoana.
“Tuhan kiranya membalas berkat teman-teman dan tim MOR VII. Khususnya tim ComRel dan CSR yang sudah memberikan ide cerita mas Taufiq Koerniawan, ” ujarnya.
Capaian yang diraih Amanda sesungguhnya diluar ekspektasi.
“Bisa menerima AJP 2020 dengan materi ‘Berkarya Tanpa Bicara’ diluar ekspektasi saya dedikasikan. Kemenangan ini saya dedikasikan untuk sahabat-sahabat saya dan mereka yang menjadi penyintas Covid-19 juga suami tercinta dan keluarga, ” tukasnya.
“Tak lupa juga untuk Cira dan Tim Kaleb. Cira, anak muda yang luar biasa gigih. Tidak banyak anak muda seusianya yang sangat produktif ini mau menghabiskan daya upaya dan pikiran untuk komunitas Bisu Tuli. Pertamina sangat tepat ikut membantu Cira melalui CSR dalam pengembangan komunitas KALEB, ” katanya.
“Jujur secara manusia, saya lelah selama liputan masa pandemi. Sejak bulan Maret bolak balik rumah sakit-posko-kuburan- penyintas hingga pelaksanaan Pilkada. Tapi selalu berusaha menahan diri untuk tidak mengeluh. Sehingga terucap “Lelah jangan mengeluh karena setiap peluh ada nilainya, ” sebutnya menginspirasi.
Diketahui, di teritorial Sulawesi, penganugerahan telah dilaksanakan pada Selasa (15/12/2020) secara virtual untuk 8 kategori yakni Hardnews Cetak, Feature Cetak, Feature TV, Feature Radio, Feature Media Siber/Online, Program CSR, Program Kemitraan dan Foto Essay.
Pada penganugerahan AJP tingkat nasional yang dilaksanakan secara live streaming melalui ajp.pertamina.com pada Sabtu (19/12), Jurnalis Sulawesi berhasil bersaing dengan Jurnalis di nasional dan teritorial lainnya serta menyabet 3 penghargaan untuk 3 kategori dan Best of the Best. Ketiga Penghargaan tersebut antara lain Juara 1 Kategori CSR diraih oleh Amanda Komaling dari Metro TV Manado dengan Judul Karya Berkarya Tanpa Bicara, Juara 3 kategori Feature TV diraih oleh Jimmy Waterson Dapar dengan judul karya Pertashop Bantu Ekonomi Nelayan dari Kompas TV Manado, Juara 3 kategori Foto Essay diraih Maman Sukirman dari Sindo Makassar, dengan Judul Karya Pertamina Jamin Stok BBM-LPG Aman.
Dalam sambutannya, Direktur Utama Nicke Widyawati mengatakan tahun ini merupakan tahun penuh tantangan bagi kita semua karena adanya pandemi covid-19, tak terkecuali Pertamina. Namun berkat kerja keras, kolaborasi, efisiensi dan inovasi yang dilakukan, Pertamina tetap mencatatkan kinerja positif. “Semua dapat kami lewati salah satunya juga karena dukungan jurnalis dalam memberitakan informasi positif dan konstruktif,” tutur Nicke dalam sambutannya.
Sebelum penghargaan berakhir, dibacakan Best of The Best dari seluruh karya jurnalistik yang ada. Best of The Best diraih Amanda Komaling dari Metro TV Manado. Penghargaan diserahkan langsung oleh SVP Corporate Communication & Investor Relation Agus Suprijanto. Dihubungi secara virtual dalam penghargaan tersebut Amanda tidak menyangka raihan ini bakal dicapai olehnya. Karyanya dipilih secara aklamasi tanpa perdebatan oleh 9 Juri yang terdiri dari Effendi Ghazali (Akademisi), Prof. Dr. Muhammad Nuh (Ketua Dewan Pers Nasional), Riza Permadi (Senior Jurnalis/Praktisi Komunikasi), Dr. Ing. Evita Legowo (Pengamat Energi/Kementrian ESDM), Dr. Syamsudin Ch Haesy (Jurnalis Senior/Budayawan), Komaidi Notonegoro (Pengamat Energi), Beawiharta Belly (Fotografer Senior), Oscar Motulo (Fotografer Senior), Ichsan Lalulembah (Senior Jurnalis).
Unit Manager Comm, Rel dan CSR MOR VII Laode Syarifuddin Mursali mengatakan bahwa ini merupakan kali pertama insan pers Sulawesi mendapatkan Best of The Best AJP. “Ini merupakan bukti bahwa karya jurnalistik di daerah tak kalah dengan media nasional,” tutur Laode.
Dengan skema teritori ini karya media di daerah semakin mendapat ekspose di nasional, selain antusiasme yang juga terdorong terbukti dengan dalam waktu 3 bulan berhasil terkumpul 235 karya se-Sulawesi dan 2.300 karya secara nasional. “Kami ucapkan selamat kepada 3 Jurnalis Sulawesi yang berhasil meraih penghargaan ini. Semoga menginspirasi dan lebih semangat lagi di AJP tahun depan,”pungkasnya.
Dalam penghargaan ini juga diumumkan tema AJP 2021 yang bertajuk “energizing you”. Dimana insan pers nantinya akan mendaftarkan karya jurnalistik dengan tema tersebut.(srv)













