Berkat Lobi Olly, Sulut Jadi Hub Cargo Kawasan Timur Indonesia

0
218
Foto : Istimewa

Manado, Sulutreview.com – Terobosan Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw untuk meningkatkan perekonomian di tengah pandemi Covid-19,  membuahkan hasil menggembirakan.

Hal itu dibuktikan dengan dijadikannya Sulut sebagai Hub Cargo di Kawasan Timur Indonesia (KTI) yang efektif berlaku mulai 23 September 2020 dengan rute Jakarta-Manado-Tokyo, Makassar-Manado-Tokyo, Surabaya-Manado-Tokyo.

“Terobosan ini efektif dimulai besok (23/9/2020) sebagai hadiah HUT ke-56 Provinsi Sulut,” ungkapnya saat menghadiri kegiatan Penataran dan Pembinaan Manajemen Gereja untuk tenaga organik GPdI Sulut, di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Selasa (22/09/2020).

“Terobosan ini membawa pertumbuhan ekonomi baru bagi kita semua. Karena selama ini para pelaku usaha perikanan kita kalau akan ekspor ke Jepang harus transit ke Bali dulu, Makassar, Jakarta, ke Surabaya baru ke luar negeri. Kalau sekarang dari Sam Ratulangi langsung terbang ke Tokyo. Hal ini  merupakan berkat Tuhan bagi kita semua, karena pemerintah percaya terhadap apa yang dilaksanakan oleh Pemprov Sulut,” tandasnya.

Hub Cargo di Kawasan Timur Indonesia ini, merupakan akses yang mempermudah kegiatan ekspor ke Tokyo.

“Operasional hub cargo dilaksanakan bertepatan dengan momen HUT Provinsi Sulawesi Utara ke-56. Jadi ini merupakan sebuah kado istimewa bagi Bumi Nyiur Melambai,” tukasnya.

Olly mengatakan, Hub Cargo akan sangat membantu meningkatkan geliat perekonomian daerah. Terutama untuk menembus pasar internasional.

Dibukanya Hub  Cargo yang membuka akses Tokyo via Manado ini akan memanfaatkan layanan Garuda Indonesia. Terobosan ini akan membuka penerbangan langsung khusus kargo dari Manado ke Tokyo, Jepang, yang merupakan tindaklanjut dari pertemuan Gubernur Olly dengan Dirut Garuda baru-baru ini.

Penerbangannya akan dilakukan seminggu sekali yang diproyeksikan untuk mengangkut kargo produk hasil perikanan dan pertanian dari Sulut. Meski demikian, daerah lainnya juga dapat memanfaatkan fasilitas cargo tersebut.

“Daerah-daerah sekitar Sulut juga dapat memanfaatkannya. Sebut saja Maluku, Malut, Papua dan daerah Indonesia Timur lainnya. Hub Cargo ini pastinya berkorelasi dengan stabilitas dan kenyamanan di Sulut sendiri,” tukasnya.

Salah satu kunci dari investasi, ungkap Olly ditunjang oleh stabilitas dan kerukunan yang tercipta.

“Dengan terus merawat kerukunan,  telah berbuah kepercayaan pemerintah pusat terhadap gerak laju pertumbuhan pembangunan daerah, termasuk salah satunya Sulut dijadikan hub cargo wilayah Timur Indonesia,” tukasnya.

“Saya secara pribadi tentunya sangat berterima kasih karena Sulut menjadi daerah yang damai, aman, tentram. Hal ini tak lepas dari peran para tokoh-tokoh agama, pemimpin Gereja yang di dalamnya termasuk GPdI di Sulut,” kata Gubernur Olly.

Kerukunan masyarakat yang terus terjaga, kata Olly, menjadikan Sulut sebagai laboratorium kerukunan di Indonesia.

“Hal inilah yang membanggakan bagi kita semua, karena Provinsi Sulut dinobatkan menjadi laboratorium kerukunan, yang memiliki kepedulian terhadap sesama. Bahkan saling menghargai karena Torang Samua ciptaan Tuhan,” ungkap Gubernur Olly.(srv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here