Kebun Raya Megawati Soekarnoputri Merupakan Objek Vital dan Warisan Kabupaten Mitra

0
119
Bupati James Sumendap saat memberikan arahan pada kegiatan penertiban tambang ilegal di Ratatotok

MINAHASA Tenggara (Mitra) memiliki sumber kekayaan alam yang perlu dijaga dan dilestarikan. Oleh karena itu, seluruh warga Kabupaten Mitra, lebih khusus di Kecamatan Ratatotok berkewajiban untuk menjaga kebun raya Megawati Soekarnoputri, Kecamatan Ratatotok, yang merupakan objek vital dan warisan Kabupaten Mitra.

Untuk menjaganya agar tetap bisa nikmati anak cucu di masa mendatang, Bupati Mitra James Sumendap pun turun langsung dalam penertipan, Kamis (17/9/2020)

James Sumendap Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Kebun Raya Megawati Soekarnoputri

“Keberadaan Kebun Raya Megawati Soekarnoputri memiliki tujuan khusus untuk penelitian dan pengembangan pariwisata. Kenapa harus dijaga? Karena kita harus membekali anak cucu kita di kemudian hari. Sebab walau Tuhan telah memberikan Ratatotok emas yang luar biasa, tetapi suatu saat itu akan habis juga,” ungkap Sumendap.

Terkait operasi penertiban yang dilakukan, dikarenakan Covid-19 yang terjadi di Mitra, khususnya ada peningkat tidak normal di wilayah Ratatotok.

“Setelah kita tracking, ternyata ada di wilayah pertambangan. Oleh karena itu kita melakukan penertiban di wilayah kebun raya bersama para Forkompinda,” katanya.

Lanjutnya, keadaan ekonomi masyarakat sangat dipahami, sehingga tidak akan menutup tambang di luar kebun raya.

“Silakan rakyat menambang, tetapi jangan memasuki area Kebun Raya Megawati Soekarnoputri. Pemerintah dan masyarakat Ratatotok harus bersatu,” tegasnya.

Selain itu, dalam kurun waktu 30 hari ke depan, jika masih ada aktivitas pertambangan di Kebun Raya, akan tutup semua aktivitas pertambangan ilegal di Mitra.
Camat Ratatotok dan Kepala UPTD Kebun Raya Megawati Soekarnoputri akan terus mengawasi dan melaporkan secara tertulis ke pihak Kepolisian, jika ke depan masih ada aktivitas tambang di Kebun raya.

“Ke depan kami tidak akan jemput lagi di lokasi ini, tapi secara patut sesuai dengan KUHP maka akan dipanggil di rumah masing-masing dan pihak Kepolisian akan memprosesnya,” jelasnya.

Ketegasan ini harus diambil pihaknya karena sepeninggal PT Newmont, berkat rekonstruksi, revitalisasi tambang, kebun raya Jadi ini areal khusus dan terlarang, serta tidak diijinkan siapa pun yang masuk dan melakukan aktivitas, selain untuk tujuan wisata dan penelitian, serta tujuan pendidikan.

“Jadi ini dasar pijakan hukum ketika Menteri Kehutanan memberikan ijin bahwa pengelolaan kebun raya diserahkan kepada pemerintah kabupaten,” katanya.

Menurutnya, jika ke depan masih ada yang melanggar maka ada dua ketentuan yang bakal dikenakan, yakni UU Minerba dan Lingkungan Hidup.

“Kalau dua itu pun lolos, masih ada dua pasal lagi, yakni perusakan dan pidana umum. Karena itu saya minta dukungan perangkat desa, pemerintah, serta tokoh masyarakat dan agama agar memberikan pemahaman kepada masyarakat,” ujarnya.

Untuk itu, sebagai komitmen dan harapannya terhadap masyarakat akan kelestarian alam di Kebun Raya Megawati Soekarnoputri ini, dan meminta untuk warga Ratatotok untuk bersatu.

“Mulai hari ini kami akan lakukan penjagaan di kebun raya, tapi dengan keterbatasan pemerintah dan pihak Kepolisian-TNI, meminta dukungan saudara (warga setempat,red),” ujar Bupati Mitra.

Sementara itu, turut hadir dalam kegiatan tersebut, yakni Wakil Bupati, Jesaja Legi, Ketua DPRD Mitra, Marty Ole, Kapolres Mitra, AKBP Robby Rahardian, Dandim 1302 Minahasa, Letkol Inf Harbeth Andi Amino Sinaga, Kajari Minsel, I Wayan Eka Miartha, Ketua Pengadilan Negeri Tondano, Iko Sudjatmiko, dan Sekretaris Daerah Mitra, David Lalandos, serta Forkopimda setempat lainnya.(Advetorial)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here