Manado Inflasi 0,71% di Kala Pandemi, Ini Pemicunya

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulut, Arbonas Hutabarat

Manado, Sulutreview.com – Kenaikan harga sejumlah komoditas khususnya darl kelompok pendidikan, transportasi, perawatan pribadi dan jasa Iainnya menyebabkan terjadinya inflasi bulan Agustus 2020.

Pada Agustus 2020, Kota Manado mencatat Inilasi sebesar 0.71% (mtm) sedangkan Kota Kotamobagu juga mengalami inflasi sebesar 0.02% (mtm).

Dengan demikian, inflasi tahunan Manado dan Kotamobagu masing-masing tercatat sebesar minus 0,83% (yoy) dan 2.40% (yoy).

lnflasi tahunan Kota Manado berada di bawah rentang target inflasi nasional 3 plus minus 1% (yoy) sedangkan kota Kolamobagu dalam rentang target inflasi nasional.

Secara nasional inflasi bulanan, tahun kalender, dan tahunan masing masing tercatat sebesar minus 0,05% (mtm), 0,93% (ytd), dan 1,32% (yoy).

Dengan demikian. inflasi bulan Agustus 2020 baik di kota Manado maupun di kota Kotambagu Iebih tinggi dibanding nasional,

Pergerakan harga di Kota Manado sebagian besar digerakkan oleh kelompok pendidikan, transportasi, perawatan pribadi dan jasa lainnya.

Kelompok pendidikan pada Agustus 2020 mengalami inflasi 10,69% (mtm) dengan sumbangan sebesar 0.40%(smtm). Bila dilihat dari komeditasnya. tekanan inflasi pada kelompok ini terutama berasal dari kenaikan biaya pendidikan tinggi seiring dengan mulainya tahun ajaran baru.

Selain itu emas juga menjadi penyumbang inflasi dari kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya yang mengalami inflasi sebesar 3,33%(mtm) dengan sumbangan sebesar 0,22%.

Mulai meningkatnya akivitas angkutan udara dari kelompok transportasi juga turut menyumbangkan inflasi dengan sumbangan 0.22%(smtm).

Di sisi lain, kelompok makanan, minuman dan tembakau deflasi sebesar 0,48% (mtm) dengan sumbangan sebesar 0,14% (smtm) sehingga menahan Iaju inflasi bulan Agustus 2020.

Inflasil Kotamobagu pada Agustus 2020 tercatat Iebih rendah dibandingkan Manado.

Inflasi bulanan Kotamobagu tercatat sebesar 0.02% (mtm). Kenaikan IHK di kota Kotamobagu disebabkan oleh pergerakan harga kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran yang tercatat memberikan kontribusi inflasi sebesar 0,12% (smtm) dari total inflasi bulanan kota tersebut yang didorong kenaikan harga kue kering.

Selain itu kenaikan harga emas dari kelompok perawatan pribadi dan jasa Iainnya juga berkontribusi pada pencatatan inflasi kota Kotamobagu dengan sumbangan sebesar 0,06%(smtm).

Sejalan dengan kota Manado, penurunan harga bawang merah dari kelompok makanan, minuman dan tembakau di kota Kotamobagu yang sudah berlangsung sejak Juli turut menahan Iaju inflasi di kota Kotamomagu, di mana kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami deflasi sebesar -0.41%(mtm) dengan sumbangan sebesar -0.14%(smtm).

Bank Indonesia dan TPID Sulawesi Utara memandang terjadInya inflasi di dua kota pencatatan inflasi Sulawesi Utara yang pada bulan Agustus 2020 masih dalam batas yang wajar namun terus diwaspadai.

“Inflasi yang moderat di kota Manado dan inflasi IHK di kota Kotamobagu yang sudah mencapai 2.80% (ytd) di bulan Agustus 2020 harus menjadi perhatian bersama,” ungkap Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulut, Arbonas Hutabarat, Selasa (1/9/2020).

Memasuki bulan September 2020, tekanan inflasi diperkirakan akan kembali moderat yang diperkirakan akan mulai menunjukkan peningkatan seiring dengan masuknya perekonomian daIam periode transisi pandemi COVID 19 ke tatanan normal.

“Sementara itu, deflasi sejumlah komoditas strategis Sulut yang telah berlangsung sejak bulan Juli berpotensi mengurangi insentif produsen untuk meningkatkan produksi, sehingga berisiko mempengaruhi pasokan dalam satu hingga dua bulan ke depan. Meski demikian, masih terdapat optimisme bahwa tekanan inflasi pada bulan September akan terkendali pada level yang aman dan kondusif untuk mendukung proses recovery perekonomian Sulawesi Utara,” jelas Arbonas.(srv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *