Telkomsel Viralkan Destinasi Pariwisata Sulawesi Utara

0
151
Presiden Jokowi memberikan perhatian pengembangan destinasi Likupang yang kemudian menetapkannya sebagai skala super prioritas

Sulutreview.com – Sektor pariwisata menjadi primadona unggulan yang mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Utara.

Geliat pariwisata telah berhasil menempati urutan kedua, diikuti kemudian sektor pertanian dengan produk kelapa sawit, migas dan pertambangan.

Tak dapat dielakkan, pariwisata adalah prime mover yang memberikan kontribusi signifikan bagi devisa negara.

Terbukti, pada tiga tahun terakhir, pariwisata di Bumi Nyiur Melambai menunjukkan peningkatan. Hal itu dapat dilihat dari jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Sulut, yang sejak 2015 telah mencapai 27.059 orang. Kemudian meningkat menjadi 48.288 orang di tahun 2016. Selanjutnya tahun 2017 berhasil mencapai angka 86.976 kunjungan dan pada 2018 mencapai 113.255 orang dari target 100 ribu orang. Sementara target 2019 ditetapkan 150 ribu orang dan tahun 2020 dapat mencapai 200 ribu orang.

Pertumbuhan kinerja pariwisata Sulawesi Utara melesat hingga di level 600% dalam empat tahun terakhir.

Atas capaian tersebut, Kementerian Pariwisata menobatkan Provinsi Sulawesi Utara sebagai The Rising Star.

Pariwisata Sulut Masuk Skala Super Prioritas

Kedatangan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) ke Provinsi Sulawesi Utara beberapa waktu lalu, membuahkan hasil istimewa. Tak perlu waktu lama maupun tahapan birokrasi yang berbelit, sebab kunjungan kerja orang nomor satu di Indonesia ini, telah menjadikan Sulawesi Utara sebagai skala super prioritas pembangunan infrastruktur, khususnya di kawasan Likupang.

Dikatakan Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey bahwa daerah ini sejajar dengan empat destinasi pariwisata yang belakangan ini juga disupport penuh Presiden Jokowi, yakni Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo, Mandalika dan Likupang.

“Sulut telah ditetapkan sebagai daerah super prioritas 4 plus 1, yakni Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo, Mandalika dan Sulawesi Utara, yakni Likupang,” katanya.

Upaya Gubernur Olly mewujudkan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Likupang di Kabupaten Minahasa Utara itu, sepenuhnya mendapat restu dari pemerintah pusat.

Presiden Jokowi telah menyetujui penetapan KEK Likupang melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 84 Tahun 2019.

Pengembangan KEK bertujuan meningkatkan investasi, menciptakan lapangan pekerjaan dan membuat model terobosan pengembangan kawasan melalui pengembangan industri dan jasa pariwisata bertaraf internasional.

KEK Likupang akan dikembangkan resort, akomodasi, entertainment dan MICE. Sedangkan, di luar area KEK akan dikembangkan pula Wallace Conservation Center dan Yacht Marina. Tenaga kerja yang akan terserap ditargetkan sebanyak 65.300 orang. KEK Likupang direncanakan akan dikembangkan dalam tiga tahap. Tahap pertama akan dibangun sekira 92,89 hektare pada kurun waktu tiga tahun, yaitu 2020 hingga 2023.

“Di pembangunan tahap pertama akan terdapat resort, area komersial, danau, cultural village, dan ruang terbuka hijau. Jadi, total target investasi sebesar Rp 164 miliar untuk pembangunan kawasan KEK Likupang di tiga tahun pertama. Di mana target investasi pelaku usaha dalam tiga tahun pertama adalah Rp 750 miliar,” kata Olly.

Telkomsel Totalitas Dukung Pariwisata Sulawesi Utara

Kemajuan dan geliat pariwisata di Sulawesi Utara, tak dapat jalan sendiri. Sebab, aktivitas wisatawan agar tetap eksis harus ditopang oleh jaringan internet yang aksesnya cepat.

Wisatawan ingin keindahan yang dinikmati di berbagai destinasi dapat dishare dengan cepat melalui media sosial, baik pengambilan gambar maupun siaran langsung.

Keindahan pantai Likupang sangat diminati wisatawan domestik maupun mancanegara

Terbukti, Telkomsel melakukan peningkatan dan penguatan kualitas jaringan terutama jaringan 4G di 5 lokasi super prioritas wisata di Tanah Air.

Telkomsel telah menambah kapasitas jaringan broadband lokasi destinasi wisata tersebut yaitu di Danau Toba, Likupang, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo guna melayani kebutuhan komunikasi wisatawan.

Direktur Network Telkomsel, FM Venusiana R mengatakan akan terus mendukung pemerintah guna memajukan pariwisata di seluruh Indonesia, dan secara khusus kami telah memperkuat dan menambah jaringan broadband 4G kami terutama di 5 destinasi super prioritas yang menjadi fokus pemerintah tahun ini.

“Potensi pariwisata Indonesia sangat besar ‎dan jumlah wisatawan dari mancanegara juga terus bertambah setiap tahunnya. Hal ini juga untuk mendukung dan mendorong terbentuknya ekosistem digital di 5 lokasi tersebut,” katanya.

Untuk mendukung aksesibilitas jaringan broadband di 5 titik wisata super prioritas tersebut, Telkomsel menambah infrastruktur BTS 4G menjadi lebih dari 330 BTS 4G.

Di kawasan Danau Toba, layanan 4G Telkomsel telah menjangkau hampir 100% wilayah populasi yang di antaranya meliputi Kawasan Wisata Danau Toba dan sekitarnya.

Di wilayah Likupang, layanan 4G Telkomsel telah menjangkau sekitar 75% wilayah populasi di keseluruhan area wisata yang saat ini Kawasan tersebut masih dalam pengembangan infrastruktur.

Lebih lanjut, Venus menjelaskan bahwa perilaku komunikasi wisatawan kini sudah bergeser‎ di mana penggunaan layanan data untuk mengunggah foto dan video di tempat wisata lebih dominan dibandingkan penggunaan layanan SMS maupun suara.

Selain itu, wisatawan juga seringkali memanfaatkan layanan data untuk melakukan perjalanan mulai dari mencari informasi tempat wisata, pesan tiket, dan melakukan pembayaran secara online.

Selain itu, layanan data juga digunakan ‎untuk mengakses informasi seputar kuliner, pertunjukan seni dan budaya‎ yang ada di sekitar lokasi wisata.

Danau Linow, destinasi pariwisata di Sulawesi Utara semakin dikenal karena layanan Telkomsel

Hingga saat ini Telkomsel telah membangun lebih dari 209.000 BTS dimana 160.000 di antaranya merupakan BTS 4G dan 3G. Selain itu, sekitar 14.990 BTS diantaranya adalah BTS di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) hingga perbatasan negara Indonesia.

Dalam mendukung pemerintah mempromosikan pariwisata lokal, Telkomsel juga menyediakan channel khusus di aplikasi MAXstream.

MAXstream turut mempromosikan tempat-tempat wisata tersebut dengan menayangkan content video yang sudah bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Daerah di mana di dalamnya menayangkan potensi wisata daerah Indonesia seperti contohnya di channel Explore Sumatera dan channel Dewita (Destinasi Wisata Digital) di Yogyakarta dan NTT.

Selain melakukan optimalisasi jaringan di tempat-tempat wisata, Telkomsel juga menyediakan channel video di platform digital kami yaitu MAXstream. Kami sangat membuka kolaborasi dengan Dinas Pariwisata Daerah di seluruh Tanah Air untuk menayangkan konten video yang berisi potensi wisatanya.

“Selain itu, Telkomsel juga berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia meluncurkan kartu perdana khusus ‘simPATI Tourist Wonderful Indonesia’, di mana kartu perdana ini memiliki desain khusus yang memiliki spesifikasi layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan wisatawan mancanegara. Ini semua sebagai wujud nyata kami untuk mendukung kemajuan pariwisata Indonesia agar dapat lebih bersaing secara global,” sebut Venus.

Telkomsel Perkuat Jaringan di Seluruh Destinasi

Destinasi Taman Nasional Bunaken yang kesohor yang menjadi unggulan pariwisata di Bumi Nyiur Melambai tak luput dari perhatian Telkomsel, yang melakukan penguatan dan optimalisasi jaringan 4G.

Ditanamnya menara Base Transceiver Station (BTS) yang terletak di Tanjung Pasir, Bunaken, ternyata mampu memenuhi kebutuhan telekomunikasi wisatawan maupun masyarakat yang ada di kawasan Alung Banua, Tanjung Parigi, Siladen maupun Bunaken Stat atau pusat destinasi pariwisata yang terletak di sebelah utara Kota Manado.

Menurut sejumlah siswa yang eksis menggunakan media sosial, yakni Niken Taturuk, Sonia Patroli dan Shelomita Hermanses, infrastruktur telekomunikasi yang ada di kawasan destinasi pariwisata teramat penting. Sebab, dengan fasilitas yang disediakan Telkomsel, masyarakat maupun wisatawan tidak akan kehilangan komunikasi. Terutama dalam mengabadikan setiap moment-moment cantik yang ada di Taman Nasional Bunaken.

“Walaupun jarak antara Manado dan Bunaken dipisah oleh lautan tetapi kami tetap bisa mengikuti perkembangan yang ada. Demikian juga dengan wisatawan yang ada di Bunaken tidak mengalami kesulitan ketika akan mengirimkan foto-foto untuk diunggah di media sosial,” ucap ketiganya.

View eksotis negeri di atas awan Desa Poopo, Ranoyapo Minahasa Selatan (Minsel) yang lebih dikenal dengan Daseng Gunung Payung, menjadi destinasi yang digandrungi kaum milenial.

Tak heran jika Gunung Payung kini menjadi destinasi wisata yang mengagumkan. Bukan hanya wisatawan lokal, turis mancanegara seperti Perancis dan Inggris pun ikut berburu menyaksikan keindahan panorama alam yang luar biasa.

Di tempat ini, para pendaki merasa bersemangat karena tidak kesulitan untuk melakukan siaran langsung. Karena sangat terbantukan dengan layanan 4G Telkomsel.

“Signalnya kuat, ngga ada hambatan sama sekali saat melakukan siaran  langsung. 4G Telkomsel benar-benar keren. Padahal kita berada di ketinggian 574 meter di atas permukaan laut,” kata Rudy salah satu pendaki

Telkomsel, saat ini juga hadir menjangkau masyarakat di Desa Nain Kabupaten Minahasa.

Hadirnya layanan internet ini merupakan hasil upgrade transmisi dan teknologi yang dilakukan pertama kali dilakukan Telkomsel terhadap site Merah Putih.

General Manager Network Operation and Quality Management Telkomsel Regional Sulawesi Muhammad Idham Kadir, mengatakan Site Merah Putih di Desa Nain sejak awal  menggunakan akses satelit, dan saat ini telah dialihkan ke IP Radio serta teknologinya juga berubah dari 2G ke 4G LTE.  Sekaligus layanan ini menjadi kado istimewa menjelang peringatan HUT ke-75 RI. “Kini, masyarakat setempat bisa mengakses internet sehingga dapat membuka potensi diri dan daerah untuk membantu perkembangan ekonomi dan pariwisata,” katanya.

Merah Putih merupakan program pegelaran  jaringan telekomunikasi yang digagas oleh  Telkomsel masyarakat Indonesia di kawasan tertinggal, terluar, dan terdepan (3T) yang diharapkan memberikan solusi agar masyarakat di wilayah-wilayah yang belum terjangkau layanan telekomunikasi bisa menikmati layanan telekomunikasi dengan standar kualitas yang sama dengan wilayah lainnya di seluruh Indonesia.
Telkomsel telah hadir di Desa Nain melalui Program Merah Putih sejak 28 Juli 2016. Untuk menjangkau daerah ini, dibutuhkan perjalanan darat dan laut berjam-jam lamanya. Desa Nain merupakan desa pemukiman suku Bajo yang terkenal dengan kemampuan menyelam sebagai pengembara laut dan hidupnya bergantung pada laut. Secara geografis, Desa Nain merupakan pulau yang masuk dalam wilayah Segitiga Terumbu Karang Taman Nasional Bunaken dan merupakan pulau terjauh yang menjadi kebanggaan masyarakat Minahasa.
Gubernur dan wakil gubernur Sulut sangat terpesona dengan keindahan Pulau Nain

“Kami berharap, dengan hadirnya internet di Desa Nain, potensi pariwisatanya  semakin dikenal dan mendatangkan banyak wisatawan,” imbuhnya.

Sulawesi Utara telah dikenal sebagai salah satu surga wisata bahari di Indonesia yang populer di kalangan wisatawan, berikut Taman Laut Bunaken, juga dikenal kalangan dunia.

Selain Bunaken ada juga Pasir timbul yang ada di pulau Nain menjadi unik, karena hanya dapat dinikmati saat air laut sedang surut.

Ketika air laut surut, di situ akan ditemukan pasir putih cantik yang menyembul ke permukaan seolah-olah membentuk pulau tersendiri.

Namun akibat pandemi Covid-19 yang melanda, maka objek wisata pasir timbul yang dulu ramai dengan wisatawan turis mancanegera tapi sekarang kurang pengunjung.

“Pasir Timbul tadinya merupakan destinasi turis mancanegara. Tetapi sekarang akibat Covid-19. Pengunjungnya berkurang drastis. Sedih juga melihatnya,” ungkap Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw saat berkunjung ke tempat wisata ini.

Meski demikian, Kandouw optimistis, dengan tetap menjalankan social dan phsycal distancing akan semakin cepat rantai Covid-19 dapat diputuskan.

“Pasir Timbul akan ramai kembali dan pariwisata akan berjalan normal kembali. Bahkan wisatawan mancanegara akan berbondong-bondong datang ke daerah ini,” tukasnya.(hil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here