Subsidi Gaji Cair, Pekerja Bilang untuk Belanja Sehari-hari

0
68
Kegiatan secara virtual yang diikuti dengan penyerahan simbolis BSU bagi pekerja ini, diikuti oleh Kepala Disnakertrans Sulut, Erny Tumundo dan Kepala BPJamsostek Sulut, Hendrayanto yang dilaksanakan di ruang Command Center Kantor Gubernur Sulut, Kamis (27/08/2020).

Jakarta, Sulutreview.com – Bantuan Subsidi Upah (BSU) atau subsidi gaji resmi dicairkan pemerintah pusat, Kamis (27/08/2020).

Setiap pekerja yang merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) aktif mendapatkan transferan dana via rekening sebesar Rp1.200.000 per orang.

Menariknya, ketika dilakukan dialog dengan Presiden RI, Joko Widodo, para pekerja mengatakan akan menggunakan uang tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, baik itu kebutuhan pokok, jajan, transportasi hingga kuota internet.

Para pekerja dengan berbagai latar belakang pekerjaan seperti honorer di rumah sakit, guru dan pemadam, rata mengaku bersyukur karena mendapat bantuan subsidi gaji selama 4 bulan sebesar Rp600 ribu per bulan.

Presiden Joko Widodo, yang menerima para perwakilan pekerja di Istana Negara itu, memberikan BSU gelombang pertama untuk 2,5 juta pekerja secara simbolis.

BSU ini diterima oleh 20 orang perwakilan dari pekerja kategori Penerima Upah (PU) dengan berbagai latar belakang pekerjaan dan disaksikan oleh Menteri Ketenagakerjaan, Direktur Utama dan Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK), Menteri BUMN, Menteri Koordinator Perekonomian, dan juga secara live streaming bersama 495 perwakilan pekerja dari seluruh Indonesia.

Menurut Agus Susanto, Direktur Utama BPJAMSOSTEK, 2,5 juta pekerja ini merupakan gelombang pertama dari total 10,8 juta nomor rekening yang sudah tervalidasi oleh BPJAMSOSTEK. Gelombang berikutnya untuk transfer dana BSU akan segera dilakukan secara bertahap hingga seluruh rekening pekerja yang telah tervalidasi bisa menerima haknya.

“Kami tidak henti-hentinya mengimbau kepada perusahaan untuk menyerahkan data terkini para pekerja yang mencakup nomor rekening aktif atas nama pekerja. Begitu pula dengan nomor rekening yang tidak valid, kami kembalikan kepada perusahaan untuk dikonfirmasi kembali kepada pekerjanya dan akan kami lakukan validasi ulang,” tutur Agus.

“Seperti kami sampaikan sebelumnya, agar BSU ini tepat sasaran, kami melakukan validasi berlapis sebanyak 3 tahap,” tambahnya.

Sampai dengan Rabu, (26/8/2020), total nomor rekening yang diterima BPJAMSOSTEK mencapai 13,8 juta. Dari jumlah tersebut data nomor rekening tervalidasi mencapai 10,8 juta data.

“Terkait dengan proses validasi yang cukup detail ini, kami minta kepada perusahaan untuk segera, baik yang belum mengirimkan maupun yang melakukan konfirmasi ulang, agar mengirimkan kepada kami paling lambat tanggal 31 Agustus 2020,” tegasnya.

Presiden Joko Widodo berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan belanja rumah tangga para pekerja. “Bantuan gaji ini diberikan kepada pekerja pada perusahaan yang tertib, yang rajin membayar iuran BPJAMSOSTEK setiap bulannya. Artinya ini kita berikan sebagai sebuah penghargaan, reward kepada para pekerja dan perusahaan yang patuh, selalu membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan,” tutur Jokowi.

“Kita harapkan ini tahap awal 2,5 juta pekerja, dan sisanya sampai 15,7 juta selesai di bulan September mendatang,” tambahnya.

Jokowi menyebutkan bahwa pekerja yang hadir di Istana Negara hari ini dari beragam profesi. Mulai dari pekerja honorer termasuk guru honorer dan petugas pemadam kebakaran honorer, karyawan hotel, tenaga medis perawat, petugas kebersihan, komplit. “Siapapun yang membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan secara aktif sampai bulan Juni, itu akan diberikan bantuan pekerja,” terang Jokowi.

Senada dengan Jokowi, Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziah, mengatakan bahwa subsidi ini diharapkan bisa menjaga serta meningkatkan daya beli pekerja atau buruh dan mendongkrak konsumsi sehingga menimbulkan _multiplier effect_ pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“BSU yang diberikan oleh pemerintah Republik Indonesia ini menjadi salah satu nilai tambah menjadi peserta BPJAMSOSTEK. Tentunya upaya yang dilakukan pemerintah ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat pekerja. Kami terus mengimbau kepada perusahaan agar selalu mendukung dan dapat berkontribusi positif dalam meningkatkan kesejahteraan para pekerjanya”, pungkas Agus.

Kegiatan secara virtual yang diikuti dengan penyerahan simbolis BSU bagi pekerja ini, diikuti oleh Kepala Disnakertrans Sulut, Erny Tumundo dan Kepala BPJamsostek Sulut, Hendrayanto yang dilaksanakan di ruang Command Center Kantor Gubernur Sulut, Kamis (27/08/2020).(srv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here