Mengintip Kisah Sukses Sutopo, Pemilik Mira Cell di Perbatasan Filipina

Sutopo saat melayani pelanggan setianya

Naha, Sulutreview.com – Berada di wilayah kepulauan yang jauh dari kemajuan teknologi serta hiruk pikuk kegiatan ekonomi tak membuat Sutopo Salaula (41) patah semangat dalam menjalani kehidupannya.

Tempaan hidup sulit yang dialaminya, justru semakin memacu semangatnya untuk merubah suatu tatanan kehidupan yang lebih baik. Amatannya, hidup tak harus terus direnungkan dan didiamkan dalam impian. Tetapi harus dilakoni agar membuahkan suatu capaian yang layak untuk dinikmati, baik saat ini maupun ke depan.

Bagi Sutopo, desa Naha Kecamatan Tabukan Utara, Kepulauan Sangihe telah meninggalkan catatan sejarah pribadi. Betapa tidak, bumi tempatnya berpijak yang berada di wilayah dengan kategori tertinggal, terpencil dan terluar (3 T), tepatnya berbatasan dengan negara Filipina tersebut, telah mengantarkannya mengecap sukses.

Masa kelam yang pernah dilakoni sebagai tukang ojek dan tukang bangunan, bahkan pekerjaan tidak tetap lainnya, dengan harapan dapat menambah pundi-pundi ekonominya tak pernah disesali. Sebab, dari pahitnya kehidupan itulah, Sutopo mengerti arti sebuah kerja keras dan perjuangan.

Sutupo mengaku bersyukur, bersama Telkomsel dirinya telah menjadi pelaku usaha yang mandiri

Tuhan tidak tidur, Tuhan itu adil bagi semua orang, termasuk bagi Sutopo yang mengalami proses dan tempaan hidup keras, yang kemudian menumbuhkan komitmen dan dedikasinya untuk melakukan yang terbaik bagi keluarga dan orang-orang yang dikasihinya.

Bermodalkan Rp300 ribu, Sutopo mulai merintis dan menggeluti usaha jual beli pulsa, yang kemudian dengan ketekunannya terus berkembang sehingga hadir sebuah outlet yang kini telah membilang usia 10 tahun.

Mira Cell, dia menamai outletnya yang diambil dari penggalan nama buah hatinya, kini memberikan kontribusi dan telah mengantarkannya menjadi seorang pelaku usaha.

Mungkin sukses yang dicapainya bagi sebagian orang adalah biasa. Tetapi bagi Sutopo dan keluarga, yaitu istri dan anak tercinta adalah sebuah lompatan besar.

“Sudah 10 tahun saya menjalani usaha ini, bukan hal mudah. Karena di dalamnya ada kerja keras dan perjuangan,” ungkap Sutopo kepada Sulutreview.com.

Bersama Telkomsel, ekonomi keluarga Sutopo, yakni istri dan anaknya dapat menikmati kehidupan yang layak.

Sutopo mengaku optimistis, bahwa pintu-pintu rezeki itu akan selalu terbuka bagi setiap orang yang mau mengusahakan. Karena keterbatasan bukan jadi penghalang melainkan menjadi peluang.

“Tetapi kalau kita mau berusaha dengan kesungguhan, maka jalan yang tertutup pasti akan terbuka,” ungkap Sutopo sembari menambahkan bahwa usahanya tidak lepas dari aktivitas para pelanggannya yang membutuhkan pulsa untuk telepon maupun mengisi paket internet mereka.

Pekerjaan yang ditekuni Sutopo tidak sulit, namun tidak semua orang mau melakukannnya. Makanya, dia selalu bersyukur karena telah dipertemukan dengan provider terbaik di negeri ini, yakni Telkomsel yang telah mengantarnya menjadi pelaku usaha yang mandiri.

Berada di wilayah terluar, sebut Sutopo pasti ada suka dan duka yang harus dialaminya. Terutama berkaitan dengan ekonomi penduduk Naha, yang kerap menjadi penghalang dalam menjalani bisnis.

Dia berharap, harga yang ditetapkan di Naha dan kepulauan lainnya di wilayah 3T dapat dievaluasi. Dalam artian, ada perlakuan khusus. Setidaknya ada subsidi. Sebab, ekonomi masyarakat di desa Naha sangat berbeda dengan masyarakat yang ada di perkotaan seperti Manado, yang semuanya serba ada.

“Warga sering mengeluh, dengan harga yang ditetapkan saat ini. Penyebabnya kondisi ekonomi dan keuangan yang belum stabil,” ujarnya sembari menambahkan layanan jaringan yang ada saat ini, sudah cukup baik. Meski kadangkala masih mengalami gangguan.

“Semoga ke depan Telkomsel akan semakin meningkatkan layanan. Sehingga warga yang ada di perbatasan dapat menikmati akses internet tanpa gangguan,” tandasnya.

Sutopo di waktu senggang menyempatkan diri untuk menikmati keindahan Sangihe

Kini, atas kerja kerasnya, Sutopo berhasil mendapatkan penghargaan atau reward dari Telkomsel dengan kategori Outlet Gold.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Telkomsel yang telah menjadikan saya seperti sekarang ini. Telkomsel telah menjadi jembatan peningkatan perekonomian saya. Demikian juga dengan para pelanggan,” akunya.

Uniknya, Sutopo yang dulunya tidak memiliki pengetahuan, kini bersama Telkomsel semakin terasah.

“Bersama Telkomsel saya mengerti banyak hal. Terutama tentang produk yang saya jual. Pun begitu jika ada pelanggan yang komplain, saya dapat memberikan penjelasan dan pemahaman. Nah hal ini ternyata disukai pelanggan,” ujarnya.

Diketahui, sebelumnya, perjalanan Telkomsel selama 25 tahun telah menunjukkan konsistenainya. Terutama dalam memperkuat komitmen untuk membawa perubahan nyata di setiap fase kehidupan bangsa Indonesia.

Telkomsel sebagai leading digital telco company memaknai kembali tujuan utama perusahaan, yakni untuk terus bergerak maju mendedikasikan seluruh daya dan upaya dalam menghadirkan solusi dan layanan dengan dukungan teknologi terdepan yang dapat menginspirasi masyarakat.

Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan, selama 25 tahun, Telkomsel selalu hadir membantu masyarakat untuk mengubah tantangan menjadi peluang, serta beradaptasi dengan berbagai cara baru dalam menjalani setiap fase perkembangan kehidupan.

“Apresiasi sebesar-besarnya kami ucapkan kepada masyarakat, khususnya pelanggan setia, mitra, sahabat, pegiat di tiap ekosistem industri, serta para pemangku kepentingan yang telah memberikan kepercayaan kepada Telkomsel untuk mengisi kehidupan mereka,” ungkapnya.

Telkomsel, sambungnya, secara konsisten akan berupaya untuk terus hadir melayani negeri dengan seluruh aset infrastruktur jaringan.

“Kami memberdayakan masyarakat dengan produk dan layanan digital unggulan kami, berkolaborasi dengan sepenuh hati bersama seluruh elemen bangsa untuk memberikan solusi kehidupan di segala sisi, dan menghadirkan dampak sosial nyata dengan mendorong pemanfaatan teknologi,” katanya.

Diketahui, Telkomsel hingga saat ini telah hadir melayani lebih dari 170 juta pelanggan dengan infrastruktur jaringan lebih dari 209.000 BTS yang menjangkau lebih dari 95% wilayah populasi Indonesia, hingga ke wilayah terdalam, pulau terdepan, dan wilayah perbatasan negara.(hil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *