Minsel, Sulutreview.com – Tim Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi (FEB Unsrat) sukses melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM), pada Senin (10/08/2020).
Program kerja sama dengan LPPM Unsrat kali ini, menyasar SMAN 1 Kumelembuai Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).
Pelaksaaan PKM dikhususkan untuk guru IPS dan siswa IPS. Namun yang hadir ada juga guru dan siswa IPA maupun Bahasa.
Kegiatan itu dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan, di mana guru dan siswa hadir secara bergantian. Yakni setiap 15 menit, dikarenakan semua pembelajaran dilakukan secara online daring.
Pada kesempatan yang sama Ketua PKM Dr Jenny Morasa SE MSi Ak CA menjelaskan secara umum tentang Standar Akuntansi, yang berlaku di Indonesia sekarang ini.
Standar tersebut, terdiri dari SAK / PSAK IFRS, SAK ETAP, SAK EMKM, SAK Syariah dan SAP. PSAK IFRS adalah pernyataan standar akuntansi keuangan yang berbasis IFRS (International Financial Reporting Standard ) yang digunakan untuk suatu badan usaha atau bisnis yang memiliki akuntabilitas publik. Selain PSAK yang berbasis IFRS.
“Ada pula PSAK dan ISAK yang merupakan produk non-IFRS. SAK ETAP adalah standar akuntansi bagi entitas tanpa akuntabilitas publik. SAK EMKM yaitu untuk entitas mikro kecil menengah, SAK Syariah ditujukan kepada entitas yang melakukan transaksi Syariah. Dan Standar Akuntansi Pemerintahan terdapat pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia, PP RI No. 71 Tahun 2010,” jelasnya.
Morasa juga mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar SMAN 1 Kumelembuai. Baik kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru dan siswa yang ikut serta dalam kegiatan ini.
Sementara itu, dikatakan anggota tim PKM yang juga berasal dari desa Kumelembuai, Syermi Mintalangi SE MM, mengajak kepada para guru dan siswa tetap aktif dalam pembelajaran daring maupun luring, agar supaya tidak ketinggalan pelajaran.

“Bersyukur bahwa SMAN 1 Kumelembuai bisa mendapat pembelajaran langsung dari Tim PKM FEB Unsrat,” tukasnya serta mengingatkan para guru dan siswa, agar tetap menggunakan masker, tetap jaga jarak dan rajin mencuci tangan. “Salam sehat, tetap semangat dan tetap berdoa,” sebutnya.
Kepala SMAN 1 Kumelembuai Minsel, Popie Serni Mongkareng SPd MPd diwakili Wakasek Dra Wulan Sumakul menerima dan menyambut tim PKM dengan ramah dan bersahabat.
Dia juga menjelaskan bahwa dampak dari Pandemik Covid-19 terhadap siswa SMA, membuat mereka harus belajar dari rumah secara daring. Namun dikarenakan signal belum begitu stabil di Desa Kumelembuai, maka kami membagi jadwal.
“Para siswa dapat belajar luring, atau pun datang ke sekolah untuk belajar secara bergantian, tiap hari sekitar 10 siswa yang datang menerima pelajaran, secara bergantian setiap 15 menit,” ujarnya.
Sumakul juga menyampaikan terima kasih atas kunjungan Tim LPPM Unsrat dalam rangka sosialisasi Standar Akuntansi Keuangan, serta dampak Covid-19 terhadap Pembelajaran siswa SMAN 1.
“Kami dari pihak sekolah merasa tersanjung dengan kehadiran tim PKM yang terdiri dari para dosen bersama mahasiswa, sosialisasi ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan yang lebih banyak terutama dalam hal akuntansi bagi siswa walau dalam situasi pandemik, kami juga berharap bisa diadakan lagi kegiatan seperti ini di SMAN 1 Kumelembuai. Sosialisasi ini mengandung materi yang sangat berguna bagi para guru dan para siswa,” tandasnya.
Ketua OSIS Miliando Wariki, mengharapkan kunjungan seperti ini bisa diadakan tiap bulan atau tiap semester, agar supaya kami mendapat wawasan terbaru terutama di bidang akuntansi
Diketahui, kegiatan pengabdian ini juga melibatkan beberapa mahasiswa jurusan akuntansi yang sementara menyusun skripsi, Shania Natassya Manopo, Kintan Victorina Salu, dan Rendy F Himber.
Menurut Rendy salah seorang mahasiswa, kegiatan ini sangat bermanfaat serta mengingatkan kembali materi SAK.(hil)













