Manado  

Manado Menuju Transformasi Ekonomi Kelautan

Manado, Sulutreview.com – Manado berkomitmen untuk melaksanakan transformasi ekonomi kelautan yang berkelanjutan.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk menyasar tujuan tersebut, dengan mengarahkan semua aktivitas berbasis kelautan sebagai upaya peningkatan mata pencaharian masyarakat pesisir. Lebih dari itu, kesehatan laut, dan ekosistem pesisir dengan penguatan pengelolaan wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia.

“Ini menjadi komitmen untuk mengubah tantangan menjadi peluang dan memastikan bahwa tindakan yang dilakukan sudah selaras dengan kebutuhan masyarakat, laut yang sehat, dan kesejahteraan,” ungkap Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut, saat acara peluncuran Kemitraan, secara zoom meting, bertempat di Taman Berkat God Blesspark, Kamis (6/8/2020).

Sebagai wilayah  kepulauan dengan keanekaragaman hayati laut dan komunitas pesisir yang tinggi, Sulut khususnya Manado, perlu dilakukan manajemen perikanan berbasis ekosistem. Berikut budi daya laut, dan perlindungan habitat laut yang terintegrasi dalam rencana tata ruang laut, rehabilitasi lingkungan laut terpadu berbasis alam, dan melanjutkan upaya pemberantasan penangkapan ikan ilegal.

“Juga mengurangi marine debris (sampah laut), serta meningkatkan mata pencaharian guna memastikan keberlanjutan industri perikanan dan pariwisata bahari dalam jangka panjang,” jelas Walikota sambil menambahkan bahwa tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB-14), provinsi Sulawesi Utara (Sulut) direalisasikan dengan membangun kemitraan bupati/wali kota.

Peluncuran kegiatan ini, diawali dengan pembacaan ikrar oleh bupati dan wali kota termasuk pengukuhan kemitraan bupati/wali kota pesisir untuk tujuan pembangunan berkelanjutan Nomor 14 di Sulut oleh 13 nelayan kecil masing-masing kabupaten/kota di Sulut.

Kegiatan ini juga disaksikan Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, dan penyampaian makna kemitraan oleh, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Menteri Dalam Negeri, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas serta Menteri Kelautan dan Perikanan Edy Prabowo.

Ekosistem laut ini sangat penting, di mana banyak negara di dunia saat ini sudah mempertimbangkan tantangan global akibat pandemi Covid-19 yang saat ini sedang mendunia termasuk Indonesia khususnya lagi Sulut.

Tantangan tersebut menjadi peluang  untuk bisa menerapkan terobosan dalam program kerja sama untuk bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan.(jelina)

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *