Olly Lobby Pusat, Dana Rp1 Triliun Mengalir di Sulut

0
476

Jakarta, Sulutreview.com – Pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menjadi perhatian pemerintah pusat. Indikatornya, meski di tengah pandemi ekonomi masih terjaga.

Untuk itu, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengalokasikan dana sebesar Rp 11,5 triliun untuk disebar ke tujuh BPD, yaitu Bank DKI, bjb, Bank Jateng, Bank Jatim, Bank SulutGo, Bank Bali, dan Bank Jogja.

“Hari ini yang tanda tangan Bank Jabar, DKI, Jateng, Sulawesi Utara, Gorontalo total seluruh untuk anggaran BPD sekitar Rp11,5 triliun,” kata Sri Mulyani di Jakarta, Senin (27/7/2020).

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu menjelaskan, pemerintah tak menerapkan syarat yang ketat bagi BPD. Pemerintah, kata dia, hanya meminta dana disalurkan kepada sektor-sektor usaha yang produktif supaya upaya pemulihan ekonomi berjalan lancar.

“Kita inginkan BPD bisa memberikan kredit murah kepada sektor usaha agar bisa membangkitkan usahanya yang terdampaknya terutama di daerah,” ujarnya.

Program penempatan dana di BPD merupakan kelanjutan dari penempatan dana di empat bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Keempat bank itu yakni BRI, Bank Mandiri, BNI, dan BTN.

“Ini merupakan program lanjutan dengan program kerja sama antara bank pembangunan daerah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional,” tuturnya.

Berikut rincian penempatan dana pemerintah di BPD:

1. BPD Jawa Barat dan Banten (bjb) Rp2,5 triliun
2. BPD DKI Jakarta (Bank DKI) Rp2 triliun
3. BPD Jawa Tengah (Bank Jateng) Rp2 triliun
4. BPD Jawa Timur (Bank Jatim) Rp2 triliun
5. BPD Sulawesi Utara dan Gorontalo (Bank SulutGo) Rp1 triliun
6. BPD Bali (Bank Bali) Rp1 triliun
7. BPD DI Yogyakarta (Bank Jogja) Rp1 triliun

Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey saat melakukan kunjungan kerja di Kota Tomohon, Senin (27/7/2020), dirinya mengapresiasi dukungan pemerintah pusat terhadap pemulihan ekonomi Sulut di masa pandemi Covid-19 melalui penempatan dana di Bank SulutGo.

“Itu karena apa? Karena pusat percaya gubernur. Di mana pertumbuhan ekonomi Sulut di saat Covid-19 masih ada di level 4,2%, sementara daerah lainnya minus. Ini semua karena strategi yang pas,” kata Olly.

Menurut Olly, perekonomian Sulut di masa pandemi Covid-19 sebagian besar ditunjang oleh sektor pertanian. Karenanya, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 6% pada tahun 2021, dana di Bank SulutGo akan disalurkan untuk pengembangan sektor usaha produktif di Sulut dengan bunga ringan.

“Kekuatan ekonomi Sulut ada di sektor pertanian sebesar 70%. Di mana pertumbuhan ekonomi datang dari pertanian, 30% dari tanaman keras, 35% dari tanaman holtikultura. Kalau kita kuat pasti ekonomi di Sulut tumbuh terus sehingga masyarakat tidak kehilangan pekerjaan. Dan Bank SulutGo akan mendapatkan bantuan dana Rp1 triliun dengan bunga yang murah,” ujarnya sambil menambahkan skema pinjaman masih akan dikaji terlebih dahulu.

“Skemanya sedang kita atur supaya masyarakat mendapatkan pinjaman dengan bunga yang sangat murah sehingga bisa mendapatkan modal untuk usaha yang lebih baik,” tukasnya.(hil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here