Olly Lapor ke Mendagri, Sulut Siap Gelar Pilkada 2020

0
48

Manado, Sulutreview.com – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak siap dihelat pada 9 Desember 2020 mendatang.

Agenda pesta demokrasi ini, dipastikan akan berlangsung lancar kendati dalam suasana pandemi Covid-19.

Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey meyakinkan Mendagri, bahwa Sulut sudah siap. Hal itu diikuti de menyediakan anggaran Pilkada serentak 9 Desember 2020.

Diketahui, Pilkada serentak di Sulut akan dilaksanakan untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, pemilihan Bupati dan Wakil Bupati pada empat Kabupaten, yakni Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Minahasa Selatan, Minahasa Utara serta pemilihan Walikota dan Wakil Walikota pada tiga Kota, yaitu Manado, Bitung, Tomohon.

“Pilkada serentak sudah dipersiapkan. Bahkan seluruh kabupaten, kota dan provinsi sudah menandatangani NPHD. Ketua Bawaslu dan KPU, juga menyatakan sudah siap. Provinsi melaporkan sudah hampir 42% ditransfer. Karena rata-rata semua hampir 40% ditransfer,” kata Olly.

“Kita belum bisa transfer 100%. Karena memang kas daerah per tanggal 12 Juli kemarin tinggal Rp247 miliar. Jika kita transfer semua dana Pilkada langsung, maka tidak ada cadangan. Namun tahapan ini kita akan jalankan sesuai kebutuhan,” sambung Olly.

Olly juga memastikan kesiapan pemerintah daerah bersama jajaran TNI dan Polri mengamankan pelaksanaan Pilkada serentak.

“Saya melaporkan di Sulut ini, kerja sama aparat keamanan berjalan dengan baik. Sehingga ketika ada isu-isu, dengan cepat dapat ditangani dengan baik oleh Pak Kapolda serta jajaran TNI, Polri dan pemerintah daerah. Demikian juga kerja sama dengan FKUB, tokoh adat, insan pers dan BKSAUA kita kerja sama dengan baik,” tandasnya.

Di samping itu, Olly yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulut menjelaskan upaya Gugus Tugas Covid-19 (GTC-19) menangani pandemi Covid-19, berjalan dengan baik.

“Selanjutnya sedikit saya melaporkan tentang penanganan Covid-19 pak agar supaya masyarakat juga merasa aman dalam Pilkada ini karena penanganan Covid-19 ini di Provinsi Sulut menyangkut anggaran sesuai dengan edaran dari Menteri Keuangan untuk melakukan refocusing APBD kita di tahun anggaran 2020, keseluruhan total anggaran Covid-19 kita ada Rp 191 miliar,” beber Olly.

Menurutnya, anggaran tersebut digunakan untuk menangani sektor kesehatan, ekonomi dan sosial.

“Anggaran dialokasikan untuk penanganan tiga sektor, yaitu sektor kesehatan, dampak ekonomi dan jaring pengaman sosial. Dari total sektor kesehatan kita menyiapkan Rp96 miliar untuk penanganan dampak ekonomi sebesar Rp15 miliar dan khusus untuk penanganan kegiatan jaring pengaman sosial sebesar Rp80 miliar lebih, ini kita bagikan ke 270 ribu keluarga yang ada di Sulut, kita sinergikan dengan laporan daerah dan laporan dari tokoh agama,” papar Olly.

“Jadi data lapangan yang kita cocokan dengan data yang diberikan oleh para pemimpin umat yang kita bagikan ini , dari sektor kesehatan Rp96 miliar itu pak kita mengelola ada 4 rumah singgah ini , tugas rumah singgah ini maksudnya rumah isolasi pak dalam rangka penanganan penyebaran Covid-19. Saya sudah menganjurkan kepada kabupaten/kota juga. Kota Manado sudah menggunakan asrama haji, Kabupaten Sitaro juga sudah ada, Kabupaten Mitra sudah ada, Kota Bitung juga sudah ada dan Kota Tomohon,” lanjut dia.

Untuk itu, Gubernur Olly berharap dengan optimalnya penanganan Covid-19, Sulut dapat menerima kembali kunjungan dari daerah lain.

“Kalau kita bisa lakukan ini dengan baik, mudah-mudahan bulan depan kita sudah bisa membuka diri terhadap kedatangan tamu-tamu kita dari luar, karena protap yang kita inginkan ini bisa berjalan tetap di bandara tetap perlakukan yang datang kita langsung rapid test tetap kita berlakukan itupun pembiayaan dari APBD Provinsi agar supaya masyarakat merasa nyaman dengan kedatangan dengan orang-orang dari luar,” tandasnya.

Tambah Olly, GTC-19 Sulut akan menambah dua laboratorium untuk mempercepat pemeriksaan sampel sehingga tak perlu menunggu lama untuk mendapatkan hasilnya.

“Saat ini kendala kita adalah Lab PCR. Kita melakukan setiap hari hanya bisa 200 orang di laboratorium padahal kita melakukan swab sama rapid test itu tiap hari hampir 1000 orang sehingga kalau ada yang reaktif kita langsung masukin, tapi 2 minggu lagi rencananya peningkatanan 2 laboratorium yang kita siapkan ini sudah bisa jalan karena ditambah dengan alat robotic sehingga bisa mencapai 400 sampai 600 orang sama juga penambahan dari lab yg ada di RS Kandou dan Unsrat dan juga nanti ada sumbangan 1 PCR mobile nah mungkin 2 minggu lagi datang kesini sehingga penanganan atau pengelompokan daerah-daerah yang harus kita lakukan ini bisa berjalan dengan baik,” terangnya.

Lebih jauh, Gubernur Sulut juga menerangkan pertumbuhan ekonomi Sulut di tengah pandemi Covid-19.

“Harapan kita itu bisa berjalan semua dengan baik sehingga kita bisa membuka diri bagi tamu sehingga ekonomi di Sulut juga bisa berjalan karena salah satu yang terdampak ekonomi di Sulut menyangkut pariwisata. Saya kira pariwisata yang sudah mendorong pertumbuhan ekonomi kita hari ini drop, tapi kita puji Tuhan karena semester pertama kemarin pak pertumbuhan kita masih 4,2 persen nanti semester kedua ini pertumbuhan ekonomi kita secara resmi bulan Agustus nanti tanggal 4 atau tanggal 5. Jadi mudah2an ini bisa berjalan terus dengan kegiatan ekonomi bisa jalan sulut bisa menyumbang pertunbyhan ekononi nasional,” imbuhnya.

Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian setelah menyimak penjelasan Gubernur Olly mengaku optimis pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020 berjalan aman dan lancar.

“Dari kesiapan anggaran, saya sangat optimis bahwa Sulut ini sangat baik ya, karena saya sudah keliling 10 provinsi dan saya melihat yang paling hijau ya ini, artinya anggarannya (NPHD) 100 persen itu sudah 5 dari 8 kabupaten,” ujar Tito Karnavian.

Mendagri pun meyakini, 3 daerah lainnya akan segera menyusul untuk secara bertahap mencairkan NPHD nya sebesar 100 persen sesuai dengan kemampuan fiskal masing-masing.

“Yang lain belum 100 persen tapi sudah mendapatkan komitmen dari kepala daerah untuk nanti secara bertahap, karena memang problema kemampuan fiskal, diantaranya adalah menunggu dana alokasi umum transfer pusat termasuk dana alokasi khusus dari Kemenkeu,” tandasnya.

Pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020 yang aman dari Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, berimplikasi pada bertambahnya anggaran yang dibutuhkan oleh penyelenggara Pemilu.

“Kemudian yang lain ada tambahan dari APBN, khususnya penambahan TPS ya, karena 800 pemilih per TPS diubah menjadi 500, untuk mengurangi terjadinya kerumunan, sehingga berimplikasi pada penambahan anggaran termasuk anggaran perlindungan dari Covid bagi penyelenggara, pemillih, maupun aparat keamanan,” bebernya.

Untuk kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan pesta demokrasi itu, Mendagri juga mengharapkan dukungan dari masyarakat dan menjadikan momentum Pilkada sebagai ajang untuk menekan dan penanganan Covid-19.

“Sekali lagi saya sangat optimis bahwa Pilkada di Sulut bisa berjalan dengan lancar dari sisi anggaran dan sisi kesiapan, sehingga kita memberikan dukungan, masyarakat juga memberikan dukungan. Pilkada menjadi momentum kita untuk menekan kurva pandemi sekaligus juga mendukung ekonomi,” pungkasnya.

Adapun rakor Pilkada serentak 2020 dan penanganan Covid-19 turut dihadiri Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Akmal Malik, Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Bahtiar, Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Zudan Arif Fakrulloh, Dirjen Bina Keuangan Daerah Mochamad Ardian, Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Syafrizal.

Selain itu, rakor juga diikuti Sekdaprov Sulut Edwin Silangen, Forkopimda, bupati/walikota, Ketua KPU Sulut dan Ketua Bawaslu Sulut.(hil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here