Bitung  

Lumpur ‘Hiasi’ Pusat Kota Bitung, Ini Penjelasan Kadis PUPR Dan Dinas Kebersihan

Bitung, Sulutreview.com
Hampir 2 bulan ini kondisi pusat kota Bitung sepertinya sudah tak enak dipandang. Apa pasal? Hal ini disebabkan adanya pemandangan halaman yang sudah dikotori oleh adanya lumpur menguning kecoklatan yang mengotori bibir jalan di pusat keramaian Kota Cakalang ini meskipun tidak secara menyeluruh.

Terpantau wartawan Sulutreview.com bahwa kondisi lumpur kuning kecoklatan ini membuat banyak celoteh miring oleh sejumput masyarakat yang mengkritisi akan adanya lumpur kuning ini yang seakan-akan atau seolah-olah membuat mata Pemerintah Kota Bitung seakan tutup mata dengan adanya wajah pusat Kota Bitung yang sudah luntur dengan adanya lumpur kuning ini yang tiba-tiba masuk merusak tatanan kebersihan bahkan penataan Kota Bitung dengan segudang prestasi lingkungan yang digenggam saat ini yaitu Piala Adipura.

Wartawan Sulutreview pun melangkahkan kaki menelusuri titik-titik pusat Kota Bitung yang dikotori oleh lumpur kuning ini yaitu di seputaran Bank Sulut dan di depan Polsek Pelabuhan pada Senin (15/06/2020).

Tak hanya itu pun di bibir-bibir jalan di toko-toko dan ruko yang berjejer pun tak terelakan dengan adanya bekas lumpur yang menguning.

Parahnya, dari berbagai informasi masyarakat jika hujan turun, lumpur ini seakan menyerang pusat kota dan pemerintah diduga membiarkan akan adanya kondisi ini.

“Setidaknya ketika ada lumpur ini, dinas terkait langsung melakukan pembersihan jangan hanya sampah saja,” kata beberapa warga di pusat Kota yang enggan namanya ditulis.

Yang memiriskan jika cuaca panas lumpurnya menguap muncul bau yang membusuk dan abunya beterbangan yang mengancam polusi.

Wartawan Sulutreview.com pun langsung mengkonfirmasi akan kondisi carut marutnya kebersihan di pusat Kota Bitung yang dikotori oleh lumpur kuning ini.

Kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang dulunya disebut Dinas Kebersihan Sadat Minabari saat dikonfirmasi dirinya membenarkan bahwa memang lumpur kuning ini sudah banyak yang menelpon mempertanyakan kenapa Dinas Kebersihan tidak ada langkah cepat dalam melakukan pembersihan ini.

“Ya pada intinya kami dinas kebersihan hanya melakukan pembersihan sampah-sampah bukan lumpur. Sebab kalau lumpur itu domainnya dinas PUPR dan Dinas Perkim karena lumpur ini diduga dari saluran-saluran,” ujar Sadat.

Secara terpisah Kadis PUPR IGN Ruddy Theno ST MT saat dihubungi wartawan bahwa saat ini tim sementara melakukan survey dilapangan penyebab dari masuknya lumpur kuning di pusat kota.

“Ya tim kami di lapangan sementara menelusuri penyebabnya serta dari mana datangnya lumpur kuning ini sehingga berada di pusat kota,” singkatnya.(zet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *