Wagub Kandouw : Nongkrong dan Berkerumun, Penjara Menanti

0
1239
Wakil Gubernur Steven Kandouw

Manado, SULUTREVIEW –

Meski diperhadapkan pada kondisi pandemi, namun kebiasaan ngumpul dan nongkrong di keramaian menjadi kebiasaan yang sulit dihilangkan oleh masyarakat yang ada di Kota Manado.

Menyikapi hal ini, Gugus Tugas Provinsi Sulut telah mengambil langkah tegas untuk menerapkan larangan yang ketat.

Tak tanggung-tanggung, apabila didapati ada masyarakat yang nongkrong, maka Gugus Tugas yang di dalamnya terdapat aparat penegak hukum akan mengambil langkah hukum.

“Ini tidak main-main, serius bagi warga Kota Manado yang kedapatan nekat berkerumun dan nongkrong, maka pihak aparat akan mengambil tindakan hukum, dengan risiko penjara,” ungkap Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Steven OE Kandouw usai mengikuti rapat koordinasi, Selasa (02/06/2020).

Menurut Kandouw aturan ketat tersebut telah dituangkan dalam 9 rekomendasi yang akan langsung action dan diberlakukan di tengah masyarakat selama masa pandemi.

“Aparat akan mengawalnya, bahkan seluruh Pol PP yang ada di provinsi dan Kota Manado dilibatkan, supaya aturan betul-betul diberlakukan. Semua keramaian yang melanggar social dan physical ditindaklanjuti dan diberi punishment penjara. Ini sesuai dengan UU Covid-19. Sekali lagi ini tidak main main,” tandasnya.

Wagub menyampaikan, berdasarkan pengamatan yang ada, kesadaran masyarakat yang menggunakan masker masih sekian persen.

“Setiap orang yang keluar rumah diwajibkan pakai masker. Karena sesuai dengan pengamatan dari 10 orang di jalan, hanya 3 orang yang pakai masker. Ini menandakan masih sangat sedikit yang paham,” jelas Kandouw.

Aturan tegas ini menjadi tanda awas, mengingat penyebaran Covid-19 di Sulut berada di level teratas, bahkan melampaui DKI. Di mana berdasarkan hasil indikator epidemiologi, R0 (dibaca R-naught) Sulut berada di level 2,5.

“Sulut bukan hanya tertinggi tetapi juaranya Indonesia, dengan indeks  penyebaran 2,5. Di mana untuk bisa relaksasi atau kelonggaran aktivitas dapat diberlakukab apabila di bawah 1 secara berturut-turut,” ungkap Kandouw.

Penyebaran yang signifikan dengan dominasi transmisi lokal, sebesar 303 dari 339 kasus yang ada, sebelumnya maka Pemprov Sulut bakal all out dalam bekerja. Terutama membantu Kota Manado.

“Pemprov Sulut akan beri support dan perhatian khusus dalam bentuk  bantuan pemeriksaan rapid test sehingga dengan mudah diketahui, dari mana saja cluster penjangkitannya. Apakah cluster Pinasungkulan, Gowa dan lainnya,” ujarnya sembari menambahkan Pemprov bakal menggandeng Gugus Tugas Kota Manado.

Kandouw menambahkan dengan tingkat penyebaran yang mengkhawatirkan itu, maka tempat-tempat nongkrong akan diawasi.

Sebelumnya, Direktur RSUD Noongan
dr Enriko H Rawung MARS mengatakan jika R0 sama dengan 1, maka setiap 1 kasus positif akan menginfeksi 1 orang lainnya.

Dengan R0 2,5 di Indonesia, berarti jika skenarionya ada 100 orang yang positif corona, maka mereka akan menularkan ke 250 orang lainnya. Pada generasi/putaran penularan berikutnya, ke-250 orang ini akan menularkan ke 625 orang lainnya. Daya penularan semacam ini membuat kasus corona bertumbuh secara eksponensial.(hil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here