Menuju New Normal, Hiduplah dalam Disiplin Diri

0
558
Dra Ivonne R.J Kawatu

Penulis : Dra Ivonne R.J Kawatu

Masa pandemi, memaksa kita berubah, awalnya berat tapi itulah kenyataan yang harus di lalui, dari normal menjadi tidak normal. Bahkan saat ini ada fase new normal atau tatanan normal baru, memutus mata rantai tapi tetap produktif.

Banyak pelajaran yang dapat di petik untuk menjadi perenungan bagi manusia, karena Tuhan sangatlah peduli dengan umat CiptaanNya.

Ketika perjalanan telah jauh melewati batas, terlebih melupakanNya, maka di situ, Tuhan ambil alih dengan caranya. Kita kadang tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

Manusia diciptakan berhikmat, digunakan berdasarkan arahan tuntunanNya dan untuk segala sesuatu ada masanya dan untuk apapun di bawah langit ada waktunya.

Hal ini, terasa ketika pandemi datang, semuanya berubah, aktifitas kita menjadi terbalik dan tentu di balik itu, ada hikmah. Tuhan mau kita berubah secara total, steril dari perbuatan secara daging, untuk hidup  dalam standar Firman.

Ketika ada pembatasan yang dilakukan dalam bekerja jam di tentukan, tinggal di rumah bersama keluarga, beribadah di rumah setiap saat, pertanda, kita harus lebih mampu lagi menggunakan dan membagi waktu secara seimbang dalam kerja, dalam keluarga dan dalam ibadah. Untuk menjalankannya perlu komitmen dalam diri kita.

Saat ini ada pemberlakuan bagi daerah yang zona merah tetap pada tidak normal dan bagi daerah yang zona hijau masuk pada fase new normal. Untuk mencapainya tergantung dari kedisiplinan diri kita semua.

Apabila daerah kita siap pada penerapan new normal, maka patuhilah kaidah-kaidah yang sudah diatur, berlakukan secara ketat setiap imbauan pemerintah dan protokol kesehatan.

Di dalamnya perlu edukasi, melatih diri beradaptasi, kebiasaan disiplin diri, dan siap sedia melakukan secara mandiri. Untuk masuk pada area publik jalani protap SOP, gunakan masker dan face shield, cuci tangan dengan sabun, periksa suhu tubuh, jaga jarak, tidak berkerumun.

Di balik itu pemerintah perlu kesiapan dan kehati-hatian, tidak gegabah, mengingat pelonggaran pembatasan sangatlah beresiko, dan tentu pemberlakuan tatanan normal baru akan dilakukan secara bertahap, karenanya koordinasi dan sinergitas secara pentahelix sangatlah
diperlukan.

Gunakan hikmat, Dia adalah Pengendali hidup kita, mohon perlindungan dan yakin bersamaNya ada jalan keluar dan kepastian untuk kita keluar dari Covid-19, tepat dan indah pada waktunya.

Dalam firman mengatakan :
Sebab itu hendaklah kamu juga siap sedia, karena anak manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here