Manado, SULUTREVIEW
Jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 di Sulawesi Utara (Sulut) tembus 105 kasus pada Jumat (15/05/2020).
Menurut Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), dr Steaven Dandel MPH penambahan kasus dalam dua hari ini, meningkat signifikan, sehingga menyentuh angka tiga digit.
“Ini ketambahan yang sangat mengejutkan, karena diketahui terdapat 7 kasus dari klaster pasar Pinasungkulan dan lainnya merupakan tenaga kesehatan dari fasilitas kesehatan (faskes) yang ada di Kota Manado,” katanya dalam press conference Jumat (15/05/2020).
Klaster pasar Pinasungkulan, sebut Dandel, saat ini menjadi perhatian serius dari Gugus Tugas Provinsi Sulut maupun Kota Manado. Karena terjadi penularan yang demikian cepat.
“Kasus baru ini, tentunya menjadi perhatian bersama, karena berkembang begitu cepat. Untuk itu masyarakat harus tetap waspada. Jangan mengabaikan protokol kesehatan, tetapi tetap patuh,” sebutnya sembari menambahkan sebenarnya ada 179 sampel yang diperiksa di laboratorium, dan ada 48 sampel yang positif.
“Sebenarnya yang positif ada 34, tetapi yang dilaporkan 22 kasus. Sisanya masih akan diverifikasi. Apakah besok akan terjadi penambahan, kita lihat nanti,” tukasnya.
Dari segi tim surveilans, Dandel mengungkap bahwa kinerja dalam mencari sumber penularan atau tracking sudah bekerja ekstra.
“Kepada masyarakat diimbau untuk tetap waspada tidak panik dan melakukan physical distancing,” katanya.
Dandel juga menyebutkan, ada dugaan, para tenaga kesehatan tertular dari luar faskes. “Hal ini juga masih dilakukan penelitian,” tandasnya.
Sesuai perkembangan yang ada, pasien yang tercatat positif ada 68 orang, 31 sembuh dan 6 orang meninggal.
Rincian tambahan 22 kasus, yang meliputi :
Kasus 84, laki-laki (26 tahun), Manado petugas kesehatan dari fasilitas kesehatan klaster B Kota Manado
Kasus 85, laki-laki (22 tahun) Manado, dari fasilitas kesehatan klaster B Kota Manado
Kasus 86, perempuan (55 tahun), Manado telah meninggal di Kandou pada 10 Mei 2020
Kasus 87, laki-laki (25 tahun), tenaga kesehatan dari fasilitas kesehatan klaster B Kota Manado
Kasus 88, laki-laki (12 tahun) merupakan kontak erat risiko tinggi dari kasus 46 klaster pasar Pinasungkulan
Kasus 89, laki-laki (26 tahun) petugas kesehatan dari fasilitas kesehatan
Kasus 90, perempuan 36 tahun, Manado, petugas kesehatan
Kasus 91, laki-laki (51 tahun), Manado klaster pasar Pinasungkulan
Kasus 92, laki-laki (22 tahun) asal Sangihe merupakan kontak erat risiko tinggi dengan kasus 31, masuk dam klaster Gowa
Kasus 93, laki-laki (1 tahun) Manado, tidak ada riwayat perjalanan
Kasus 94, laki-laki (26 tahun), Tomohon tidak ada riwayat perjalanan
Kasus 95, laki-laki (25 tahun) Manado petugas kesehatan dari fasilitas kesehatan klaster B di Manado
Kasus 96, laki-laki (43 tahun), Manado, petugas kesehatan di fasilitas kesehatan klaster A
Kasus 97, laki-laki (34 tahun), Manado, petugas kesehatan di fasilitas kesehatan, klaster B Manado
Kasus 98, perempuan (45 tahun)
Manado petugas kesehatan di salah satu institusi kesehatan
Kasus 99, perempuan (23 tahun), Manado, merupakan kontak erat dengan kasus 46 pasar Pinasungkulan
Kasus 100, perempuan 10 tahun, Manado kontak erat risiko tinggi dengan kasus 46, klaster pasar Pinasungkulan
Kasus 101, laki-laki (59) Minahasa Utara, tidak ada riwayat perjalanan
Kasus 102, laki-laki (15 tahun), Manado merupakan kontak erat risiko tinggi dengan kasus 46, klaster pasar Pinasungkulan
Kasus 103, perempuan (48 tahun), merupakan kontak erat risiko tinggi dengan kasus 46 pasar Pinasungkulan.
Kasus 104, laki-laki (32 tahun) tenaga kesehatan dari fasilitas kesehatan yang ada di Manado
Kasus 105, laki-laki (34 tahun) merupakan petugas kesehatan dari fasilitas kesehatan, klaster B Manado.(hil)













