BI Sulut Bagikan 1.000 Paket Bantuan untuk Pengemudi Ojek Online

Manado, SULUTREVIEW

Pandemi Covid-19 telah mendera masyarakat Indonesia, termasuk juga Sulawesi Utara (Sulut) yang dalam waktu beberapa bulan terakhir ini mengakibatkan dampak bagi perekonomian.

Akan hal itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulut mengucurkan bantuan sebanyak 1.000 paket, khusus untuk pengemudi ojek online.

Bantuan itu diserahkan langsung melalui Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

Bantuan kebutuhan pokok juga disalurkan bagi pelaku sektor-sektor terdampak, seperti perawat di RS Kandow, pedagang eceran di pasar tradisional, dan pengemudi ojek Online

“Bantuan itu langsung diserahkan kepada pengelola untuk kemudian diserahkan kepada pengemudi ojek online,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Arbonas Hutabarat pada saat Launching Bersehati Online di halaman BI, Selasa (5/5/2020).

Sebelumnya, Arbonas mengatakan berdasarkan laporan dari Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara, Provinsi Sulawesi Utara  selama 2 bulan terakhir mengalami deflasi atau penurunan harga-harga barang dan jasa secara umum.

Di Bulan April, Kota Manado mencatatkan deflasi sebesar 0,21% mtm, sementara Kota Kotamobagu mengalami inflasi sebesar 0,51% mtm.

“Capaian ini boleh jadi merupakan berita yang menggembirakan di tengah situasi pandemi Covid-19. Namun demikian, kita mesti mewaspadai tekanan lonjakan harga ke depan akibat dampak pandemi Covid-19,” ujarnya.

Menurut analisa BI, sambung Arbonas, masih terdapat risiko kenaikan harga akibat tingginya permintaan bahan pokok selama Bulan Ramadhan yang dibarengi dengan menurunnya pasokan bahan komoditas utama akibat second-round effect dari penerapan social distancing dan pembatasan kegiatan ekonomi.

“Jika kondisi ini berlanjut, dikhawatirkan akan terjadi penurunan skala produksi dan melambatnya perputaran roda ekonomi daerah sehingga dapat mengakibatkan turunnya daya beli masyarakat secara relatif di Sulawesi Utara,” jelasnya.

Merespons resiko tersebut, Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara telah melakukan beberapa langkah strategis, diantaranya:

Menjamin kelancaran sistem pembayaran baik tunai maupun non-tunai dengan memperhatikan aspek kebersihan dan keamanan melalui pemberlakuan protokol kesehatan pada setiap prosedur operasional.

Menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung penyaluran bantuan pangan non tunai dan Program Keluarga Harapan

Bersama TPID Sulawesi Utara mendukung upaya dalam menjaga ketersediaan pasokan komoditas pangan utama dengan mencanangkan program urban farming bekerja sama dengan TP PKK Provinsi Sulut, dan memperkuat Klaster Ketahanan Pangan sebagai penyangga pasokan pada periode rawan kelangkaan pangan.(hil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *