Akibat Covid-19, Ekonomi Sulut Tumbuh Melambat 4,27 Persen

0
98

Manado, SULUTREVIEW

Dampak pandemi Coronavirus Disease (COVID-19) sudah dirasakan sejak triwulan pertama, akibatnya ekonomi Sulawesi Utara (Sulut) tumbuh melambat sebesar 4,27 persen.

Ekonomi Sulawesi Utara triwulan I-2020, sebagaimana catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut tumbuh 4,27 persen (y-on-y). Di mana dar sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh sebagian besar lapangan usaha, dengan pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi yang tumbuh sebesar 19,33 persen.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen ekspor barang dan jasa yang tumbuh sebesar 16,26 persen.

Selanjutnya, dampak penyebaran COVID-19 yang mulai dirasakan di Sulawesi Utara sejak minggu ketiga Maret 2020 mendorong beberapa lapangan usaha seperti informasi dan komunikasi dan jasa kesehatan dan kegiatan sosial tumbuh tinggi.

“Peningkatan aktivitas informasi dan komunikasi disebabkan oleh tingginya kegiatan yang dilakukan dari rumah, seperti Work From Home, School From Home, dan interaksi online secara umum yang meningkat dari biasanya,” ungkap Kepala BPS Sulut, Ateng Hartono, pada Selasa (5/5/2020).

“Selain itu, wabah DBD dan realokasi
anggaran pemerintah untuk mencegah penyebaran COVID-19 juga menyebabkan peningkatan aktivitas di sektor kesehatan,” ujarnya.

Diketahui, perekonomian Sulut berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Triwulan I 2020 mencapai Rp 31,80 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 21,37 triliun.

Dari sisi Pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Ekspor Barang dan Jasa yang tumbuh sebesar 16,26 persen.

Selanjutnya, PDRB menurut lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi triwulan I-2020 terhadap Triwulan I-2019 (y-on-y)
ekonomi Sulut triwulan I-2020 dibanding triwulan I-2019 (y-on-y) tumbuh sebesar
4,27 persen.

Sebagian besar lapangan usaha tumbuh positif, walau beberapa lapangan usaha
strategis mengalami pertumbuhan yang negatif. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Informasi dan Komunikasi sebesar 19,33 persen, diikuti jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 14,02 persen, serta pengadaan listrik, gas, dan produksi es sebesar 8,46 persen.

Menariknya, akibat Covi-19, untuk sumber pertumbuhan tertinggi kedua yaitu komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 1,49 persen.

Hal ini disebabkan oleh fenomena wabah COVID-19 yang mengakibatkan kenaikan yang signifikan pada pengeluaran
subkomponen kesehatan seperti masker, handsanitizer, jamu, vitamin, obat-obatan dan lainnya.(hil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here