Trend Pandemi Covid-19 di Sulut Cenderung Flat

0
261

Manado, SULUTREVIEW

Tren pandemi Covid-19 walaupun secara global jumlahnya bertambah namun tidak signifikan atau cenderung flat. Ini menandakan pandemi akan segera berakhir dan kehidupan akan kembali normal.

Optimisme tersebut diungkap langsung Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), dr Steaven Dandel MPH, saat melakukan video conference, Selasa (28/04/2020).

“Menjadi harapan kita bersama pandemi ini akan berlalu. Tanda-tandanya sudah mulai terlihat, yakni tren yang cenderung flat atau turun. Oleh karena itu kami mohon doa dari masyarakat Sulut agar semua yang kami lakukan berjalan lancar,” tegas Dandel.

Dandel meyakini, upaya mengantisipasi dan menekan pola penyebaran Covid-19 tengah diupayakan oleh tim surveilans. Hal itu turut didukung dengan operasional laboratorium real time
Polymerase Chain Reaction (PCR).

“Secara epidemiologi, ketika ada real time PCR di wilayah kita maka kami dari tim surveilans dapat menggambarkan pola penyebaran Covid-19 secara detil. Kami juga akan berupaya melakukan pemeriksaan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dengan cepat. Demikian juga dengan pemberantasan penjangkitan atau transmisi penyakit,” jelasnya.

Kehadiran laboratorium PCR, sebutnya, akan mempermudah tim mengetahui hasil uji sampel yang diperiksa dengan cepat. Mengingat selama ini sampel masih dikirim ke laboratorium Makassar sehingga membutuhkan beberapa hari untuk diketahui hasilnya. Laboratorium ini juga akan memungkinkan untuk memeriksa lebih banyak sampel.

“Jika tidak ada aral melintang, pekan ini PCR sudah beroperasi, sehingga tidak perlu lagi dikirim ke Makasar. Sehingga kecepatan diagnosa PDP makin ditingkatkan. Demikian juga dengan masalah-masalah dan tindak lanjut dari pasien PDP. Baik yang meninggal atau yang pengobatan lanjutan akan lebih cepat dan jelas,” tandasnya sembari menambahkan bahwa atas dasar pemeriksaan, maka pertukaran atau turn over pasien isolasi juga tidak sampai di level puncak.

“Ini yang menjadi harapan kita agar lab PCR dapat beroperasi,” ujarnya.

Diketahui, keberadaan PCR akan ditempatkan di BTKL Mapanget dan RSUD Prof RD Kandou.

Pada kesempatan yang sama, Dandel menyampaikan laporannya bahwa sesuai update didapati ada satu pasien yang sembuh.

“Ada satu pasien yang sembuh hari ini, yakni pasien ke-20 asal Minut,” tukasnya.

Selanjutnya, untuk pasien positif Covid-19 bertambah 3 orang sehingga totalnya ada 43 orang. Sementara yang sedang dirawat secara intens ada 28 orang, pasien sembuh 12 orang dan pasien meninggal 3 orang.

“Jumlah pasien positif bertambah 3, yakni pasien 41 laki-laki umur 68 tahun asal Kota Manado. Di mana yang bersangkutan tidak memiliki riwayat perjalanan. Tim kami sedang melakukan penelitian akan hal ini. Kemudian, pasien 42 wanita umur 48 tahun asal Manado yang merupakan karyawan faskes di Manado. Pasien
43 juga wanita yang berumur 73 tahun asal Tomohon merupakan kontak erat risiko tinggi dengan pasien nomor 36,” rincinya.

Untuk perkembangan PDP, pada hari ini ada 5 orang yang meninggal, jadi totalnya 56 orang.

“PDP yang meninggal laki-laki 35 tahun asal Manado meninggal di RS Wolter Mongisidi, wanita 22 tahun asal Minsel meninggal di RSUP Kandou, laki-laki 61 tahun asal Tomohon meninggal di RSUD Anugerah, laki-laki 47 tahun asal Manado meninggal di Pncaran Kasih dan wanita 75 tahun asal Manado meninggal di RSUP Kandou,” jelasnya.

Untuk jumlah ODP, sampai saat ini tercatat 180 orang dan PDP 71 orang.(hil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here