Sulutreview.com
Bitung-Kepala Dinas Kesehatan Kota Bitung dr Jeaneste Watuna Mkes angkat bicara untuk menanggapi akan adanya seorang warga Madidir yang ditemukan tewas di kamar mandi pada Sabtu (11/04/2020).
Menurut Watuna yang merupakan salah satu Juru Bicara (Jubir) Covid-19 Kota Bitung ini bahwa memang timnya sudah mengevakuasi akan satu warga madidir yang ditemukan tak bernyawa di kamar mandi, akan tetapi statusnya pihaknya masih akan berkoordinasi dengan pihak RSU Prof Kandouw Manado apakah pasien yang meninggal ini sudah terkontaminasi Covid-19 atau tidak.
“Jadi intinya seorang warga Madidir yang meninggal belum ada status apakah Orang Dalam Pemantauan (ODP) atau PDP (Pasien Dalam Pengawasan) apalagi latar belakang sebelumnya korban ini dirawat di RS Prof Kandouw Manado, dengan penyakit ginjal, asam lambung, ginjal,” ujar Watuna sembari warga jangan sampai ada mengeluarkan pendapat lain.
Istri dr James Siwu ini menghimbau agar warga Bitung dapat tenang jangan takut dan panik namun tetap berjaga-jaga patuhi anjuran Pemerintah seperti jaga jarak, selalu cuci tangan jaga kondisi dan makan-makanan bergisi.
Seperti diketahui Warga Kelurahan Madidir Ure Kecamatan Maesa Kota Bitung, digemparkan dengan adanya penemuan mayat bernama Nikson Simpaen (55) yang ditemukan tewas dikamar mandi.
Mirisnya, meski sudah ditemukan warga. Namun untuk melakukan evakuasi mayat pihak keluarga dan warga diduga takut sehingga meminta bantuan pihak Kelurahan dan kepolisian sehingga akhirnya tim medis dinas kesehatan Kota Bitung datang dengan pakaian Alat Perlindungan Diri (APD) lengkap datang melakukan evakuasi.
Andre Salah yang merupakan tetangga yang kebetulan yang pertama menemukan korban mengatakan bahwa pada Sabtu (11/04/2020) sekira pukul 09:00 WITA dirinya seperti biasanya memarkir mobil di dekat rumah korban tiba-tiba dirinya melihat pintu belakang rumah korban kemudian dia langsung mengecek alangkah terkejutnya dirinya melihat korban sudah tergeletak dan langsung menyampaikan kepada warga.
Kapolsek Maesa Kompol Elia Maramis saat dikonfirmasi di lokasi membenarkan akan adanya penemuan mayat ini.
“Ya memang kabarnya korban ini, dua hari yang lalu baru pulang dalam perawatan medis di RSUP Prof Kandou Malalayang Manado karena penyakit ginjal, jantung dan asam urat. Akan tetapi karena riwayat korban dari RSUP Malalayang kami takut jangan sampai terkontaminasi Covid-19 sehingga untuk penanganan evakuasi mayat harus bersama Dinas Kesehatan,” ujar Kapolsek Maramis.(zet)













