Para Atlet Pertanyakan Dana Hibah KONI Minsel

0
253

Amurang, SULUTREVIEW

Atlet Minahasa Selatan (Minsel) mengeluhkan minimnya perhatian KONI Minsel. Bahkan janji-janji memberikan bonus bagi yang berprestasi di ajang Porprov 2019 lalu tak kunjung terealisasi.

Begitu juga untuk pembinaan atlit dan cabang olahraga (Cabor) dipaksa mandiri.

“Pastinya torang kecewa hingga kini bonus atlet belum diberikan padahal sudah lewat setahun. Bukan cemburu, tapi di daerah lain bonus sudah diberikan seusai iven Porprov sedang di sini tidak jelas kapan. Sementara pembinaan kami lebih banyak menggunakan uang pribadi,” ujar salah satu atlet yang minta namanya disimpan.

Tidak kunjung tersalurnya bonus kepada atlet berprestasi menimbulkan pertanyaan sejumlah pihak. Terutama dana hibah Pemkab Minsel bagi KONI. Dikemanakan dana hibah sehingga tidak mampu memberikan bonus. KONI diminta transparan akan penggunaan dana hibah, karena berasal dari negara.

“Kan dana hibah itu bersumber dari keuangan negara jadi wajib dipertanggungjawabkan penggunaannya. Kami selama ini dari Cabor (cabang olahraga, red) tidak pernah menerima laporan penggunaan dana hibah. Dan lebih mirisnya lagi janji pemberian bonus tidak ditepati, lalu dikemanakan saja dana hibah?,” ujar Jhony Kapoh pengurus PTMSI Minsel.

Bukan itu saja orgagisasi olahrga di bawah KONI mengaku tidak mendapatkan suntikan anggaran untuk pembinaan. “Makanya banyak Cabor mempertanyakan kemana saja dana hibah ke KONI. Kenapa tidak mengalir sampai ke Cabor guna pembinaan. Jadi perlu pertanggungjawaban yang transparan atas penggunaan dana hibah,” terang Franky Lelengboto.

Tahun ini APBD Minsel yang ditetapkan lewat Peraturan kepala daerah (Perkada), KONI Minsel yang diketuai James A Kojongian kembali mendapatkan hibah sebesar Rp 1 miliar. Namun hibah tersebut menuai kritikan, selain dilatari ketidakmampuan memenuhi janji bagi atlit juga wabah Covid-19. Sehingga Pemkab Minsel didesak membatalkan pemberian dana hibah.

“Sudah seharusnya dikembalikan, toh sekarang sudah ada larangan menyelenggarakan kegiatan olahraga lantaran wabah. Untuk proyek fisik DAK saja dapat dibatalkan masakkan hibah tidak boleh. Itu semua tergantung niat baik terhadap kemaslahatan masyarakat. Dan kami minta bupati benar-benar mengalokasikannya bagi penanggulangan wabah,” beber anggota DPRD Minsel Orwin Tengor dari fraksi Primanas.(noh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here