Manado, SULUTREVIEW
Setelah sehari dinyatakan sembuh, pasien kasus 58 yang terkonfirmasi positif Covid-19, pada akhirnya meninggal dunia, Jumat (28/03/2020).
Kabar duka tersebut, memang sangat kontradiktif. Pasalnya ketika informasi disampaikan ke publik akan membingungkan dan memunculkan pertanyaan. Kenapa setelah sembuh dari Covid-19, tetapi tak berselang lama justru meninggal.
Tak pelak, kabar ini pasti mengejutkan masyarakat. Mengingat yang bersangkutan baru saja dinyatakan tak lagi mengidap penyakit Covid-19. Hal itu diperkuat dengan hasil laboratorium yang negatif.
“Kami sampaikan bahwa pada pukul 17.30 WITA, pasien kasus 58 telah meninggal,”
ungkap Juru Bicara Satgas Covid-19 Sulawesi Utara, dr Steaven Dandel MPH.
“Semua upaya tim medis sudah dilakukan, namun pasien sudah tidak meresponnya,” kata Dandel kembali.
Disebutkan Dandel, penyebab kematian dari pasien 58 tersebut adalah penyakit penyertanya, yakni gagal ginjal stadium lima atau tahap akhir.
“Penyakit penyerta, yakni gagal ginjal inilah yang menjadi penyebab meninggalnya pasien. Hal ini juga sempat membuat tim medis mengalami dilema. Sebab, ketika melakukan tindakan penyembuhan terhadal penyakit ginjal. Namun di sisi lain harus berhadapan dengan kesehatan pasien yang sempat diisolasi karena Covid-19,” tandasnya.
Dandel juga menambahkan bahwa sejak awal, telah disampaikan bahwa penyakit penyerta pasienlah yang memperburuk kesehatannya.
“Sejak awal sudah saya sampaikan bahwa penyakit penyerta inilah yang memberatkan pasien. Sebenarnya secara tindakan medis sudah berupaya maksimal, agar tidak penyakit ginjalnya tidak semakin parah. Namun di sisi lain, pasien harus dirawat di ruang isolasi,” jelas Dandel.
Atas meninggalnya pasien tersebut, Dandel mewakili tim medis menyampaikan duka cita mendalam.(hil)













