Satgas Covid-19 Sulut Ungkap Fakta Pasien Terpapar Corona

0
326
Juru bicara Satgas Covid-19 dr Steven Dandel MPh didampingi Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Dinkes Sulut, Rima Lolong

Manado, SULUTREVIEW

Segenap informasi tentang perkembangan penanganan penyebaran Corona Virus Deseases (Covid-19), kini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Media Center Satgas Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Juru Bicara Satgas Covid 19 Provinsi Sulut, dr Steven Dandel MPH menjelaskan bahwa pernyataan medis yang disampaikan pada tanggal 14 Maret 2020 baru-baru ini, dengan diagnosa pasien positif Corona adalah benar.

“Pasien yang dinyatakan positif pada tanggal 14 Maret 2020 yang dirawat di RSUP Prof RD Kandou, berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium bahwa yang bersangkutan adalah positif Covid-19,” katanya dalam jumpa pers di Media Center Covid-19 yang berada di aula Dinas Kesehatan Provinsi Sulut, Selasa (17/03/2020).

Lanjut kata Dandel, sampel pasien dikirim pada tanggal 10 Maret 2020. Dan hasil pemeriksaan kami dapat tanggal 13 Maret 2020.

“Ternyata hasilnya menunjukan bahwa yang bersangkutan positif covid 19. Pada sampel yang kedua  juga diambil dan dikirim pada tanggal 11 Maret dari hasil pemeriksaannya tanggal 15 Maret, kami dapati bahwa hasilnya telah negatif. Jadi itu fakta yang kami sampaikan saat ini,” ungkapnya.

Dandel yang didampingi Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Dinkes Sulut, Rima Lolong kembali menjelaskan berdasarkan konversi, yakni penggunaan istilah medis dari positif menjadi negatif.

“Harus kita pahami bahwa Covid-19 ini merupakan penyakit yang bisa sembuh sendiri, atau self limited disease. Artinya dengan perawatan yang intens maka virus akan hilang dari dalam tubuh. Itu adalah fakta ilmiah dan harus kita ketahui bersama bahwa memang 80 persen Covid-19 ini gejalanya ringan,” terang Dandel sembari menambahkan bahwa pasien juga memiliki riwayat sakit lainnya yang juga cukup serius.

“Yang membuat pasien harus dirawat  adalah penyakit penyertanya yang cukup berat. Di mana yang bersangkutan menderita gagal ginjal, hipertensi dan diabetes. Justru penyakit penyerta inilah yang  berusaha ditanggulangi oleh tenaga medis yang ada di RSUP Kandou,” tandasnya.

Dari hasil laboratorium kedua,  sambung Dandel, yang merupakan Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sulut itu, menyatakan pasien menunjukkan tidak ada lagi virus.

Tetapi itu bukan berarti yang bersangkutan sudah pasti sembuh karena ada Standart Operasional Prosedur (SOP) yang harus diikuti tim medis di rumah sakit, untuk menentukan bahwa pasien telah sembuh dari Covid-19.

“Pasien masih harus melewati serial pemeriksaan laboratorium lagi dan itu sudah diambil hasilnya, dan sudah dikirimkan.

“Kita lagi menunggu hasilnya. Jika hasilnya sudah ada nanti kita umumkan juga. Untuk menyatakan dia sudah sembuh dari Covid 19 dan bisa dikeluarkan. Itu akan ditentukan oleh dokter penanggung jawab pasien yang ada di rumah sakit,” sebutnya.

Dandel juga mengatakan sampai saat ini di ruangan isolasi selain pasien yang bersangkutan ada dua orang pasien dengan status dalam pengawasan.

“Namun bukan berarti bahwa sudah positif Covid-19. Sebab dua pasien ini masih dalam pengawasan. Keduanya juga sudah dilaporkan ke posko KLB Nasional dan hasil laboratoriumnya sementara kami tunggu. Tetapi sekali lagi belum positif, karena masih menunggu hasil,” katanya.

Di sisi lain, untuk pengembangan pemeriksaan dan antisipasi Covid-19, Satgas telah menetapkan 50 orang dalam status list orang dalam pantauan yang sebelumnya dari 36 orang.

“Mereka dikarantina di rumah masing-masing, cara sederhana ini diharapkan efektif mengantisipasi covid-19,” imbuhnya.(hil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here