Perangi Covid-19, Rombongan Holyland Asal Sulut ‘Terpaksa’ Tinggalkan Israel

0
699
Salah satu group Holyland

Manado, SULUTREVIEW

Paparan virus Corona (Covid-19) yang terus berjangkit ke berbagai negara, disikapi Pemerintah Israel dengan menutup akses jalur perbatasan.

Praktis, untuk sementara wilayah Israel tertutup untuk umum. Termasuk juga warga Sulawesi Utara (Sulut) yang tengah melakukan perjalanan wisata rohani.

Penutupan diberlakukan pada Minggu (08/03/2020), pada pukul 17.00 waktu setempat. Padahal, rombongan asal Sulut sudah berada di Yerusalem.

Diungkapkan Gembala Sidang Gereja Bethel Indonesia (GBI) Menorah Manado, Pdt Honny Supit Sirapanji MTh, keadaan sehari-hari dari masyarakat di Yerusalem kelihatan normal seperti biasa.

“Kecuali di daerah Palestina seperti Betlehem, Ramallah, Yeriko yang sudah seperti kota mati karena tidak ada akses keluar masuk. Baik penduduknya apalagi para wisatawan,” katanya kepada Sulutreview.com, Selasa (10/03/2020).

Border antara Jordania dan Israel, sambung Pdt Honny, telah ditutup. Namun beruntung, rombongan punya pilihan dan alternatif untuk keluar melalui bagian selatan Israel.

“Sementara satu-satunya border darat lainnya adalah melalui bagian paling selatan Israel yang berbatasan dengan Mesir yaitu Taba Border. Itu pun hanya dibuka satu hari untuk jalur evakuasi. Oleh sebab itu saat kami mendengar hal ini maka segera kami memutuskan untuk keluar,” jelasnya.

Pdt Honny menyebutkan rombongan sudah keluar dari Israel.

“Kami tiba tiba di perbatasan Mesir kemarin (tanggal 9 Maret 2020). Dan setelah melalui pemeriksaan pendeteksian suhu badan dan proses imigrasi yang bertele-tele. Bahkan sangat lambat. Pada akhirnya kami tiba di hotel pukul 01.30 tadi subuh waktu setempat,” ungkapnya.

Saat ini, rombongan group dari  Indonesia dan Filipina yang berjumlah belasan bus melanjutkan perjalanan ke Cairo menunggu jadwal pesawat yang akan menerbangkan pulang ke negeri masing-masing.

“Puji Tuhan semua peserta dalam keadaan sehat. Walaupun beberapa peserta memprotes kepada pihak travel agent keadaan yang sangat tidak nyaman ini. Namun demikian travel agent yang ada di Israel, Indonesia dan Mesir telah melakukan bagian mereka secara maksimal,” terangnya sembari menambahkan keadaan cepat pulih.

“Semoga keadaan kami selama di Mesir dapat berjalan dengan baik sampai  kembali ke rumah masing-masing,” tukasnya.

Jalur perbatasan yang ditutup pada trip Holyland adalah Palestina, praktis rombongan peziarah tidak dapat mengunjungi obyek wisata religi di kawasan Tepi Barat, seperti Gereja kelahiran Yesus di Betlehem, Padang Gembala, Tembok Jericho dan Hebron.(hil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here