Inovasi Keuangan Digital, Menjawab Tantangan di Era Revolusi Industri 4.0

0
559

Manado, SULUTREVIEW

Teknologi informasi dewasa ini mengalami kemajuan pesat. Praktis industri perbankan harus menyikapi perubahan tersebut, terutama di era revolusi industri 4.0.

Bukan hanya masyarakat, media pun perlu mengetahui perkembangan tersebut. Karenanya, untuk menjawab kebutuhan tersebut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulutgomalut melaksanakan Media Gathering Akselerasi Akses Keuangan Melalui Inovasi Keuangan Digital.

Bertajuk Kumpul Wartawan Ekonomi dan Bisnis, OJK berbaharap berbagai tantangan, terlebih dengan hadirnya financial technology (fintech) dan mitra teknologi dalam beberapa tahun terakhir, yang telah ikut berpengaruh terhadap faktor kepercayaan maupun keamanan dapat disikapi.

Pasalnya, masalah pengaturan atau regulasi yang berlaku di era digital turut berpengaruh terhadap industri keuangan seperti perbankan, asuransi dan perusahaan pembiayaan (multifinance).

Kepala OJK Sulutgomalut Slamet Wibowo mengungkapkan inovasi keuangan digital merupakan hal penting untuk diketahui masyarakat.

“Mengingat era teknologi saat ini terus berkembang. Menyusul pertumbuhan industri perbankan, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga Kredit Usaha Rakyat (KUR), maka perlu disiapkan transformasi untuk menjawab fenomena perkembangan financial technology (fintech) dan era revolusi industri 4.0,” jelas Wibowo di NDC Resort Jumat (14/02).

Wibowo juga menambahkan bahwa peran inovasi industri digital dan teknologi tersebut, dapat mencapai inklusi keuangan.

” Perlu disosialisasikan kepada masyarakat. Demikian juga dengan media harus diedukasi dengan pengetahuan sebagaimana akselerasi akses keuangan. Tepatnya melalui inovasi keuangan digital,” sebutnya.

Hal yang sama dikatakan Kepala Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) pasar modal OJK Sulutgomalut, Ahmad Husein.

“Perkembangan teknologi saat ini mengalami peningkatan cukup signifikan, yang menjadi jawaban berbagai transaksi keuangan,” ujarnya sembari menambahkan kalau pengguna internet mencapai 171 juta orang. Dengan demikian ada 65,3% dari jumlah penduduk.

“Data Bank Indonesia pada April 2019, ada sebanyak 197 juta akun e-money di Indonesia. Di mana e-money dipercaya mempermudah jalur pengolahan uang seperti peminjaman dan investasi,” sebutnya.

Husein juga menyampaikan presentasi tentang Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dan Pengaduan Konsumen.

Pada momen gathering tersebut, OJK juga menghadirkan Edward Memah dari Danamas (Grup Sinarmas), yang menyampaikan materi tentang aplikasi berbasis pinjaman dan investasi.

Aplikasi tersebut didesain untuk memudahkan proses peminjaman uang. Sekaligus juga mempertemukan peminjam dengan orang yang akan meminjam lewat aplikasi.

Pada kesempatan yang sama, OJK juga mendatangkan Pemodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Manado, Yusril Mahulete.

Yusril mengungkap tentang pengembangan pembiayaan usaha mikro, berikut memperkenalkan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) yang berfokus pada layanan usaha mikro.

Humas OJK yang mengkoordinir kegiatan gathering, Moren Monigir, berharap para wartawan bukan hanya sekedar meliput berita ekonomi. Tetapi juga memahami tentang perkembangan perbankan di era inovasi digital.(eda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here