Akibat Corona, Kebutuhan Avtur DPPU Sam Ratulangi Turun 27,5%

0
230
Unit Manager Communication & CSR Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi, Hatim Ilwan saat melakukan kunjungan ke DPPU Sam Ratulangi

Manado, SULUTREVIEW – Merebaknya virus Corona yang dibarengi dengan dihentikannya sejumlah penerbangan, telah mengakibatkan Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Sam Ratulangi Manado, mengalami penurunan pengisian avtur.

Menurut Supervisor Maintenance DPPU Sam Ratulangi, Nugroho Adi Prasetyo pasca kasus virus Corona, pesawat yang melakukan pengisian avtur hanya sekitar 30 pesawat.

“Ada penurunan sekitar 27,5% atau menjadi 100 Kl per hari. Sebab, akibat virus Corona sejumlah penerbangan dari dan ke Tiongkok dihentikan sementara,” jelas Nugroho Jumat (14/02/2020).

Setiap harinya DPPU Sam Ratulangi melakukan pengisian avtur untuk 35 pesawat. Dengan perhitungan setiap pesawat membutuhkan sekitar 5-7 kilo liter (Kl) avtur dalam satu kali pengisian.

Meski demikian Nugroho menyebutkan di situasi dan moment tertentu, DPPU Sam Ratulangi akan menyediakan avtur dengan kenaikan hingga 50%.

“Kebutuhan avtur akan bertambah ketika ada latihan gabungan dirgantara antara Indonesia dengan AS yang dilaksanakan di Sulawesi Utara. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut bisa naik sampai 50%,” sebut Nugroho.

Sementara itu dikatakan Supervisor RSD Recieving Storage Distribution DPPU Sam Ratulangi, Ahmad Yani Noho, kebutuhan avtur lebih didominasi oleh pesawat domestik, yakni 34% Lion yang melayani penerbangan Jakarta, makasar, Surabaya, Bali, Balikpapan, Sorong, Ternate, Ambon, Gorontalo, Luwuk dan Tahuna.

“Lion dan Garuda merupakan customer utama juga pesawat carter lainnya dengan destinasi luar negeri seperti Singapura, Tianjin, Guangzhou dan Shanghai,” ujarnya.

“93% Lion volume avtur untuk penerbangan internasional,” tambahnya.

Dari sisi fasilitas, pengisian BBM avtur ini, dilengkapi dengan sarana dan prasarana hingga standar safety keamanan yang mumpuni.

“Sarpras utama, DPPU dilengkapi tangki tempat storis avtur sebanyak 45 Kl per unit. Berikut refuller (mobil tangki) ada 5 unit kapasitas 98 Kl. Selanjutnya, untuk sarpras Health Safety Security Environment (HSSE) juga dilengkapi pompa PMK kapasitas 1.000 GPM, kolam pemadam kapsitas 300 meter kubik, water springkler, 7 buah APAB, 46 buah APAR, 3 titik hidrant,” jelasnya.

Lebih dari itu, untuk ketahanan stok, DPPU bandara Sam Ratulangi memiliki kapasitas 1300 Kl untuk kebutuhan 7 hari.

Keberadaan aktivitas DPPU Sam Ratulangi tersebut menurut Unit Manager Communication & CSR Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi, Hatim Ilwan, layak untuk diketahui publik.

“Kegiatan ini sebenarnyaa merupakan program rutin Pertamina MOR VII, untuk berkunjung ke infarstruktur penting milik Pertamina. Harapannya agar berbagai progress kunjungan dapat dikabarkan ke masyarakat,” ujarnya.

“Ini adalah rangkaian hari ke dua, karena sebelumnya tim kami melakukan kunjungan ke Terminal BBM Bitung atau integrated terminal Bitung,” tukasnya.

Diungkapkan Hatim dengan melakukan kunjungan ke DPPU Sam Ratulangi, maka dapat diketahui secara detail, pasokan stok dan kebutuhan. Bahkan berbagai kendala yang dihadapi.

Diketahui, DPPU Sam Ratulangi dalam menjalankan kinerja lebih mengoptimalkan kinerja dan profesionalitas dalam melayani pelanggan. Yakni dengan mengedepankan aspek Health Safety Security & Environment (HSSE).(hilda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here