Menristek Ingatkan Pimpinan dan Dosen Unsrat Jadi Peneliti Andal

0
148

Manado, SULUTREVIEW

Agenda rapat kerja (raker) Universitas Sam Ratulangi Unsrat) tahun 2020 menjadi istimewa karena turut dihadiri Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Bambang Permadi Soemantri Brojonegoro PhD.

Pada kesempata itu, Menristek mengingatkan seluruh jajaran pimpinan rektorat dan para dosen lebih tertarik menjadi peneliti andal ketimbang kursi birokrat.

Pernyataan tersebut disampaikannya, karena fenomena yang terjadi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), para pimpinan dan dosen perguruan tinggi lebih tergiur menjadi birokrat.

“Mentalitas bapak/ibu bukan mentalitas birokrat. Jadi rektor dan segenap jajaran pimpinan harus melakukan yang namanya debirokratisasi. Terutama yang terkait dengan aspek penelitian. Jangan sampai nanti para peneliti andal dan potensial di Unsrat, karena environment yang kurang mendukung, atau karena kondisi sekitar yang tidak terlalu kondusif, sehingga yang tadinya peniti potensial akhirnya menjadi birokrat yang andal,” jelasnya di auditorium Unsrat Jumat (17/1/2020).

“Jangan seperti itu. Maksudnya masyarakat lebih membutuhkan bapak/ibu sekalian sebagai peneliti yang andal bukan birokrat yang andal. Jadi ini adalah aspek pertama di dalam kelembagaan,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Menristek mengungkap tentang anggaran dari pemerintah melalui APBN, yang relatif kecil. Yakni hanya sekitar 0,25% dari PDB.

Perkiraan PDB kita sekarang mungkin sekitar 15.000 triliun, berarti 0,25% ini per tahun atau sekitar 37,5 triliun per tahunnya untuk penelitian.

“Jelas suatu jumlah yang terlalu kecil tetapi  masalah yang menurut saya lebih kronis dari angka yang 37,5 triliun adalah 84% nya dari nilai tersebut dari anggaran pemerintah,” tandasnya.

Padahal kalau melihat negara lain atau tidak usah jauh-jauh, negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand dan Vietnam ternyata bukan pemerintah yang mendominasi penelitian.

“Yang mendominasi penelitian tersebut adalah swasta atau industri. Kenapa karena mereka membutuhkan penelitian,” imbuhnya.

Sebelumnya Rektor Unsrat, Prof Ellen Joan Kumaat menegaskan Unsrat haruslah menjadi acuan dalam pendidikan penelitian dan pengabdian.

“Unsrat harus fokus pada road map sehingga mampu menjawab tantangan revolusi industri. Kita harus benar-benar mengubah paradigma berpikir dari yang biasanya konsumtif menjadi produktif,” kata Kumaat.

Demikian juga dengan kinerja Unsrat Kumaat menambahkan akan terus menjaga dan mempertahankan mutu maupun kualitas pendidikan.

“Bukan hanya akreditasi tetapi bagaimana menghasilkan lulusan dengan sumber daya manusia yang berkualitas,” tandasnya.(srv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here