Jumlah Penduduk Miskin di Sulut Berkurang 3,1 Ribu Orang

0
1340

Manado, SULUTREVIEW

Jumlah penduduk miskin di Sulawesi Utara (Sulut) pada September 2019, mengalami penurunan dari 188,60 ribu orang (7,51 persen), atau berkurang 3,1 ribu orang
dari kondisi Maret 2019 yang sebesar 191,70 ribu orang (7,66 persen).

Menurut catatan perhitungan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulut, bila dibandingkan kondisi Maret 2019, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan dan di daerah perdesaan sama-sama mengalami penurunan.

“Di daerah perkotaan turun 0,06 poin menjadi 4,95 persen, sedangkan di daerah perdesaan turun 0,26 poin menjadi 10,30 persen,” kata Kepala BPS Sulut Ateng Hartono, Rabu (15/1/2019).

Selama periode Maret 2019 – September 2019, sambung Ateng, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun sebanyak 0,6 ribu orang (dari 65,49 ribu orang turun
menjadi 64,90 orang), sementara di daerah perdesaan turun sebanyak 2,5 ribu orang (dari 126,20 ribu orang turun menjadi 123,70 ribu orang).

Menariknya, peran komoditas makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih tinggi dibandingkan komoditas non makanan. Di mana sumbangan garis kemiskinan
makanan terhadap garis kemiskinan pada September 2019 adalah sebesar 76,50. Kondisi ini tidak jauh berubah dibandingkan kondisi Maret 2019 yaitu sebesar 77,09 persen.

Jenis komoditas makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai garis kemiskinan di perkotaan maupun di perdesaan adalah beras, rokok kretek filter, tongkol/tuna/cakalang, kue basah, dan cabe rawit.

Sementara komoditas non makanan yang memengaruhi nilai garis kemiskinan di perkotaan maupun perdesaan adalah perumahan, listrik, angkutan dan bensin.(srv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here