Manado, SULUTREVIEW
Representasi kinerja pemerintahan di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sangat ditentukan oleh kualitas dari jajaran pejabat eselon II.
Itulah sebabnya, para pejabat di level pemimpin ini terus didorong untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilannya.
Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw, berulangkali mewarning jajarannya, khususnya para pejabat pimpinan tinggi pratama dan pejabat administrator untuk lebih mengedepankan inovasi.
“Inovasi adalah penting, dan jika masih ada pejabat yang tak mampu berinovasi, maka siap-siap untuk dicopot,” tegas Kandouw pada prosesi pelantikan dan serah terima jabatan di Ruang FJ Tumbelaka Kantor Gubernur, Rabu (18/12/2019).
Pada prinsipnya, sebagai pejabat, Kandouw juga mengingatkan memegang empat prinsip, yaitu integritas, loyalitas, pengorbanan dan prestasi.
“Loyalitas ke atasan , selalu saya ingat-ingatkan,” ujarnya.
Selain itu, wagub menegaskan agar para ASN yang dipercayakan memegang jabatan tidak mengabaikan tugas pokok dan fungsi yang diemban.
“Saat bekerja jangan bersungut-sungut. Bekerjalah sesuai dengan tupoksi serta aturan dan mekanisme yang ditetapkan,” tandasnya sembari menambahkan bahwa program reposisi jabatan telah rampung dilaksanakan.
“Dalam berkarir yang terpenting itu harus ada ikthiar, semangat, kemampuan dan disertai dengan tuntunan dari Tuhan. Dengan demikian apa yang kita usahakan pasti akan berjalan dengan baik,” imbuhnya.
Pada kesempatan itu, Kandouw melantik Jenny Karouw sebagai Kepala BAPPEDA Sulut, dan Edwin Kindangen sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut.(srv)











