Arbonas Edukasi Merchant tentang Penggunaan dan Manfaat QRIS 

0
201
Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut, Arbonas Hutabarat

Manado, SULUTREVIEW

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengimplementasikan penggunaan dan manfaat Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kepada ratusan merchant yang ada di Kota Manado.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulut, Arbonas Hutabarat mengatakan para pelaku usaha, khususnya merchant, seperti rumah makan dan restoran, pengusaha oleh-oleh, tour and travel, supermarket, pemerintah daerah, usaha perhotelan, pengelola kawasan perbelanjaan, dan Iainnya sangat penting untuk mengetahui QRIS.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung percepatan implementasi pengembangan transaksi non tunai, khususnya untuk transaksi retail menggunakan kanal pembayaran QR Code dalam rangka mewujudkan elektronifikasi transaksi yang efisien dan sinergi secara menyeluruh melalui pemanfaatan teknologi, inovasi produk dan saluran distribusi,” kata Arbonas dalam kegiatan Merchant Gathering Dalam Rangka Implementasi Quick Response Code Indonesian Standard di aula BI, Rabu (04/12/2019).

BI kata Arbonas, memiliki tugas pokok di bidang sistem pembayaran, yakni menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, melakukan pengaturan dan pengawasan makroprudensial serta mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran.

“Penggunaan instrumen pembayaran non tunai di Indonesia pada beberapa tahun terakhlr ini menunjukkan perkembangan yang cukup pesat yang merupakan respon terhadap tuntutan dan kebutuhan terhadap pelayanan transaksi yang lebih aman, cepat, dan efisien. Hal ini dimaksudkan agar semakin banyaknya pusat-pusat perdagangan dan berbagai jenis perusahaan yang menerima pembayaran non tunai,” tukasnya.

Instrumen pembayaran non tunai yang berkembang saat ini diantaranya adalah kartu ATM/debet, kartu kredit, uang elektronlk baik berbasis chip seperti BRIZZI, TAPCASH, FLAZZ BCA, EMONEY maupun uang elektronik berbasis server seperti GOPAY dan OVO.

Arbonas yang didampingi Deputi Haratua Choky Panggabean, menjelaskan bahwa sejauh ini, perbankan masih mendominasi industri jasa pembayaran non tunai. Namun, sudah banyak perusahaan non bank, khususnya perusahaan financial technology (fintech) yang telah menerbitkan platform pembayaran digital yang banyak diminati masyarakat, khususnya penggunaan uang elektromk berbasis server seperti GOPAY, OVO, LINK AJA.

Perkembangan sistem pembayaran non tunai yang semakin mengarah pada less cash society juga turut memberikan andil dalam perubahan perilaku gaya hidup dan transaksi ekonomi para pelaku ekonomi khususnya di beberapa kota besar, termasuk di Sulut.

Di era digita! seperti sekarang ini, para pelaku usaha baik pelaku usaha eksisting maupun perusahan perusahaan startup pentlng untuk mencermati secara detail masa transisi yang tengah melanda dunia usaha saat ini.

“Perkembangan teknologi digital membuat pola perilaku masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya juga berubah. Perubahan pola perilaku masyarakat yang cenderung leblh suka berbelanja praktis, khususnya dalam hal melakukan pembayaran menjadi potensi besar dalam meningkatkan transaksi non tunai serta mendukung perekonomian digital,” katanya.

Berdasarkan data GSMA Intelligence Januari 2019, diketahui bahwa jumlah mobile subscriptions (pengguna mobile phone) di Indonesia mencapai 355,5 juta atau 133% dari jumlah populasi Indonesia dengan kondisi demografi Indonesia didominasi oleh kaum muda.

Menurut kelompak umur, anak anak (0-14 tahun) 70,49 juta jiwa (26.6% dan total populasi) usia produktlf (7464 tahun), 179, 73 juta jiwa (67.6% dari total populasi) Penduduk usia Ianjut ( >65 tahun), 85,89 juta jiwa (58% dari total popuIasi)

“Era dlgitalisasi ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dan regulator sistem pembayaran dalam membuat kebijkan yang mendukung untuk merespon kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi, dlbutuhkan sistem pembayaran yang efektlf dan efisien namun tetap aman dan handal yaitu sistem pembayaran yang universal, gampang dan tidak memberatkan balk bagi penjual maupun pembeli serta pembayaran yang terintegrasi.(srv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here