Warga Serbu ‘Barito’ di Bazar Murah Pemprov Sulut

Manado, SULUTREVIEW

Bazar pangan murah yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) disambut antusias Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat.

Berbagai komoditas bahan kebutuhan pokok disediakan dengan harga murah, atau di bawah harga pasar.

Untuk komoditas bawang merah dijual Rp25 ribu per kilogran, rica (cabai) Rp30 ribu per kilogram dan tomat Rp10 ribu per kilogram.

Bazar murah yang melibatkan Dinas Pangan bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Pertanian dan pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sulut ini, dimaksudkan untuk mengendalikan inflasi sekaligus juga mengurangi beban keluarga ASN dan masyarakat sekitar agar dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Bazar murah ini dimaksudkan agar keluarga ASN dan masyarakat sekitar dapat memperoleh kebutuhan pokok dalam menghadapi perayaan hari besar keagamaan dengan harga yang murah,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Sulut, Edwin Silangen di halaman belakang Kantor Gubernur Sulut, Selasa (03/11/2019).

Bazar murah yang rutin digelar setiap tahun menurut Silangen sangat membantu masyarakat. “Harga bahan pokok yang dijual kita subsidi, sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan menjelang Natal dan tahun baru.

“ASN itu punya pendapatan yang terbatas, dengan bazar murah mereka dapat memanfaatkannya dengan maksimal. Karena harga diberlakukan disubsidi,” kata Silangen sembari berharap kegiatan pasar murah terus dilakukan. Tujuannya untuk meredam permainan harga yang dilakukan pedagang dan spekulan.

“Saat ini inflasi kita cukup tinggi, pemicunya karena harga tomat yang tinggi. Kita wajib mengendalikannya, salah satunya dengan kegiatan bazar murah,” sebut Silangen.

“Bila perlu kita akan lakukan operasi pasar secara kontinyu. Ini merupakan kebijakan hilirisasi ehingga masyarakat dapat menerima benefit dan manfaat,” ujar Silangen.

Salah satu warga Teling, Vonny Mamarimbing membeli beras dengan harga Rp44 ribu per paket.

“Lumayan dapat mengurangi uang belanja karena beras biasanya beras dijual Rp10-12 ribu per kilogram. Tetapi di bazar Rp8.000 per kilogram,” tandasnya.

Sementara itu dikatakan Kepala Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulut, Sandra Moniaga mengatakan
fungsi kegiatan bazar pangan murah, untuk memberikan kemudahan pada masyarakat untuk mengakses pangan, dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang Hari Natal dan Tahun Baru

“Terlebih untuk menjaga stabilitas dan harga pangan menjeiang hari Natal yang cenderung naik karena banyaknya permintaan dari masyarakat serta menghindari kenaikan harga secara sepihak dari para pedagang,” jelasnya.

Salah satu cara, tambah Moniaga untuk mencegah para spekulan untuk menaikkan harga pangan di saat-saat permintaan masyarakat sedang naik

“Ini juga menjadi sarana untuk memfasilitasi gapoktan binaan melalui kegiatan PUPM dalam mereka mempromosikan dan memasarkan produk beras yang mereka hasilkan,” ujarnya.

Bazar pangan murah terlaksana atas keterlibatan secara aktif para distributor besar di Manado serta dukungan kerja sama dari instansi terkait yaitu Disperindag,” tandasnya.

Selama Desember 2019, bazar murah bakal digelar beberapa kali yakni tanggal 12, 19-21 dengan lokasi yang berbeda baik dalam ibukota provinsi maupun di kabupaten/kota yang mayoritas masyarakatnya merayakan Natal.(eda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *