web analytics

BI Sebut Jaga Pergerakan Harga Tomat, Kunci Kendalikan Inflasi

BI Sebut Jaga Pergerakan Harga Tomat, Kunci Kendalikan Inflasi
Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut, Arbonas Hutabarat.

Manado, SULUTREVIEW

Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang diwakili Kota Manado pada bulan November 2019 kembali mengalami inflasi sebesar 3,30% (mtm), lebih tinggi dibandingkan pergerakan IHK Nasional yang juga tercatat inflasi sebesar 0,14% (mtm).

Menyikapi perkembangan inflasi pada bulan November 2019, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulut masih optimis bahwa tingkat inflasi Sulawesi Utara tahun 2019 akan dapat dikendalikan untuk berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 3,5±1% (yoy).

“Apabila harga tomat bisa dikendalikan hingga akhir tahun. Sepanjang tahun 2019, pergerakan inflasi Sulut dipengaruhi cukup besar oleh pergerakan harga tomat sayur yang cenderung berfluktuasi sepanjang tahun 2019,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut Arbonas Hutabarat, Senin (02/11/2019).

Sebelumnya, deflasi harga tomat sayur selama tiga bulan berturut-turut pada Februari-April 2019, kembali terjadi pada periode Juli-September 2019.

Selanjutnya, dari perkembangan harga tomat sayur pada bulan Mei dan Juni 2019 yang mengalami kenaikan, dapat dilihat adanya risiko pembalikan harga (price reversal) tomat sayur pada bulan Oktober-Desember 2019, yang merupakan periode permintaan tinggi terhadap tomat sayur di
Sulut.

“Angka inflasi bulanan Oktober dan November 2019 semakin mempertegas andil tomat sayur sebagai kontributor utama kenaikan tekanan inflasi bulanan Sulut,” sebut Arbonas.

Dengan demikian perlu menjadi perhatian bersama bahwa keberhasilan dalam pengendalian harga tomat sayur merupakan kunci penentu dalam pengendalian inflasi Sulut secara umum.

Pengendalian inflasi Sulut bergantung pada kesuksesan dalam menjaga pergerakan harga tomat sayur.

Bila dilihat secara lebih dalam, inflasi tahunan Sulawesi utara pada bulan November sebesar 3,90% (yoy) bila tomat sayur dikeluarkan dalam perhitungan inflasi.

Relatif terkendali dalam rentang sasaran inflasi dibandingkan inflasi tahunan pada bulan November 2019 yang tercatat sebesar 6,32% (yoy). Mempertimbangkan besarnya kontribusi tomat sayur pada pembentukan inflasi Sulut, maka pergerakan harga tomat sayur perlu diwaspadai dan mendapat perhatian bersama dari seluruh instasi/lembaga/dinas terkait terutama di bulan terkahir.di tahun 2019.

“Untuk mengantisipasi tekanan inflasi dari pergerakan harga tomat sayur tersebut, maka perlu dirumuskan kebijakan jangka pendek yang tepat, sinergis dan implementable untuk mengendalikan harga tomat sayur pada bulan Desember 2019,” ungkap Arbonas.

Menilik perkembangan inflasi hingga bulan November, Arbonas memperkirakan bahwa tekanan inflasi Sulut pada bulan Desember 2019 masih akan sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga tomat sayur.

Tekanan inflasi Sulut akan kembali meningkat apabila harga tomat mengalami kenaikan melebihi level harga yang terbentuk saat ini.

Sebaliknya, IHK bulanan Sulut pada Desember 2019 berpeluang untuk mengalami deflasi apabila tingkat harga tomat sayur dapat dikendalikan dengan baik sepanjang
bulan Desember 2019.

Memperhatikan berbagai faktor, tekanan serta tantangan pengendalian inflasi ke depan, maka upaya pengendalian inflasi Sulut akan terus dilakukan oleh Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota se-Sulut akan terus digalakkan.

Operasi pasar untuk menekan harga tomat sayur di pasar tradisional melalui sinergi dan kerja sama seluruh pihak baik tingkat kabupaten/kota sentra komoditas, seperti Minahasa dan Minahasa Tenggara maupun Pemerintah Provinsi menjadi salah satu alternatif upaya mengendalikan harga tomat sayur.

Selain itu, Satuan Tugas Ketahanan Pangan juga memainkan peran penting dalam mengurangi praktek-praktek pembentukan harga yang tidak lazim mapun
praktek-prakterk distorsi pasar lainnya. Demikian halnya pengelolaan ekspektasi masyarakat dengan perluasan akses informasi dan pasokan di pasar juga tetap perlu dilakukan secara intensif.(srv)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply