Setelah Sempat Bimbang, Bamsoet Putuskan Maju Ketum Golkar

Jakarta, SULUTREVIEW

Ketua MPR RI yang juga Wakorbid Bidang Pratama DPP Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyatakan akan maju sebagai calon ketua umum (ketum) Golkar dalam Munas Desember 2019.

Bamsoet mengatakan siap menjalankan perintah para kader yang mendukungnya, dan tidak takut apabila dia dicopot sebagai Ketua MPR oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

“Saya siap menjalankan perintah para pemilik suara, para kader dan para organisasi yang membesarkan Partai Golkar, untuk mengikuti kontestasi pemilihan Ketua Umum Partai Golkar,” kata Bamsoet di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (22/11/2019).

“Silahkan jabatan Ketua MPR dicopot asal dilakukan sesuai mekanisme. Menteri dicopot, Ketua MPR dicopot itu biasa, ini karena kecintaan terhadap Partai Golkar. Pencalonan saya ini bisa memberikan harapan bukan hanya kader partai, tapi juga stakeholder yang telah berjuang memajukan Golkar,” imbuhnya.

Bamsoet mengklaim pencalonannya ini didukung oleh sebagian besar pemegang hak suara dalam pemilihan Ketua Umum Golkar, sudah 50 persen plus satu. Dia menyebut juga mendapat dukungan dari para pendiri, serta senior-senior Golkar yang menginginkan ada perubahan

“Saya tentu tidak akan menyampaikan yang hari ini saya sampaikan kalau saya tidak memliki kalkulasi yang matang. Lebih dari setengah (dukungan) kita sudah dapat, dan daerah maupun para pendiri Partai Golkar,” jelas Ketua MPR RI itu.

Bamsoet menegaskan, dirinya mantap maju sebagai Ketua Umum Golkar, karena realitas objektif perjalanan partai yang menuntut pembaharuan kepemimpinan partai, setelah dilakukan evaluasi terhadap kepemimpinan Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Golkar.

“Jadi setelah berdiskusi secara intensif dengan lebih dari separuh pimpinann DPD provinsi, kabupaten/kota, pimpinan organisasi pendiri, organisasi yang didirikan, organisasi sayap, para senior dan pinisepuh Golkar mendesak saya, Bambang Soesatyo untuk maju dalam Munas X sebagai calon ketua umum Golkar 2019-2024,” tegasnya.

Bamsoet menambahkan, beberapa realitas objektif yang mendorongnya maju sebagai Ketua Umum Golkar adalah tergerusnya kapasitasnya electoral Golkar, kepemimpinan partai yang tidak efektif serta mengingkari fitrah dan konstitusi partai.

Lalu, pengalaman politik capital sosial Golkar yang tidak mampu dikonsolidasi dan dikapitalisasi untuk memajukan partai dan meningkatkan kinerja electoral partai oleh kepimpinaj partai. Kemudian, politik partai ke depan yang semakin rumit dan kompleks.

Selanjutnya, dorongan bahkan desakan yang sangat kuat dari keluarga besar Golkar di pusat terutama dari daerah-daerah. Terakhir, pengalaman kepimpinan, integritas, kompetensi dan militansi Bamsoet untuk memimpin Golkar

Seperti diketahui, Golkar akan menggelar musyawarah nasional (munas) pada 3-6 Desember ini. Salah satu agenda dalam munas tersebut yakni pemilihan Ketua Umum Golkar periode 2019-2024.(rizal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *