Olly Apresiasi Pertumbuhan dan Kinerja Industri Jasa Keuangan di Sulut

Gubernur Olly Dondokambey saat menyampaikan sambutan di Industri Jasa Keuangan Expo 2019

Manado, SULUTREVIEW

Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey memberikan apresiasi terhadap pertumbuhan dan kinerja
Industri Jasa Keuangan.

Hal itu ditandai dengan bergairahnya penyaluran perkreditan yang dilakukan institusi pembiayaan, seperti perbankan.

Gubernur Olly mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) SulitGomalut. Karena dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang industri jasa keuangan.

“Saat ini masih ada masyarakat yang menyimpan uangnya di rumah bukan di lembaga keuangan karena belum mendapat informasi jelas tentang manfaat dan keuntungan yang diterimany,” ujarnya pada pelaksanaan Industri Jasa Keuangan Expo 2019 di Manado Town Square, Jumat (15/11/2019).

“Kegiatan seperti ini sangat baik sehingga masyarakat tahu dimana dia mau berinvestasi, duit yang dia simpan dia harus lakukan apa, karena dia tidak tahu apa-apa, dia dengar orang, dia ikut orang sehingga terjadi dampak yang tidak baik bagi dana investasi mereka,” kata Olly.

Lebih lanjut, Olly mendukung peran serta jajaran OJK dalam Industri Jasa Keuangan Expo tahun 2019. Dia optimis sosialisasi yang disampaikan kepada masyarakat yang hadir di acara tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menyimpan dan mengelola uangnya melalui lembaga keuangan.

“Tentunya saya memberikan apresiasi buat OJK yang sudah mengkoordinir kegiatan ini dan seluruh pihak yang terlibat secara langsung dalam rangka sosialisasi bagi seluruh masyarakat yang ada di Sulut,” kunci Olly.

Sebelumnya, Kepala OJK SulutGomalut Slamet Wibowo mengatakan bahws secara umum kinerja industri keuangan yang ada di Bumi Nyiur Melambai tergolong baik.

Dia menjelaskan bahwa kinerja bank umum di Sulut masih tumbuh. Di mana total aset tumbuh 14%, total kredit 6%, dan total penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) 2%.
Kepala OJK SulutGomalut Slamet Wibowo.

Untuk industri bank perkreditan rakyat (BPR), Slamet melaporkan total aset tumbuh sekitar 20%, kredit tumbuh 22%, dan DPK tumbuh 14%. Kondisi serupa untuk perusahaan pembiayaan yang penyaluran kreditnya tercatat tumbuh 10%.

Sementara itu, dia mengungkapkan pasar modal di Sulut juga berkembang dengan baik. Dari jumlah transaksi periode Januari 2019—September 2019, terjadi pertumbuhan 103%. Selanjutnya, jumlah kepemilikan saham juga tumbuh 33%.

“Secara umum kinerja industri keuangan yang ada di Sulut tergolong baik,” ujarnya dalam pembukaan Industri Jasa Keuangan Expo 2019, di Auditorium Manado Town Square 3, Kota Manado, Jumat (15/11/2019).

Slamet membeberkan terdapat beberapa tujuan yang ingin dicapai lewat Industri Jasa Keuangan Expo 2019. Salah satunya memberikan kesempatan kepada industri keuangan yang ada di Sulut.

“Dengan adanya acara ini masyarakat Sulut dan industri keuangan bisa berinteraksi,” ujarnya.

Lewat kegiatan itu, lanjut dia, masyarakat dapat lebih memahami produk dan layanan yang ditawarkan oleh industri perbankan. Dengan demikian, masyarakat dan industri keuangan menjadi lebih dekat.

“Maka masyarakat akan terhindra dari korban investasi yang tidak benar,” imbuhnya.

Di sisi lain, Industri Keuangan Jasa Expo 2019 yang berlangsung dari 15 November 2019—17 November 2019 itu memberikan akses informasi kepada pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Artinya, mereka akan mendapatkan informasi program-program pembiayaan yang tersedia.

Dalam pembukaan kegiatan Industri Jasa Keuangan Expo tahun 2019 nampak hadir, Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, Kepala Perwakilan OJK Sulut, Gorontalo Malut Slamet Wibowo dan Sekdaprov Edwin Silangen.(srv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *