web analytics

BI Sulut Prediksi Inflasi November 2019 Terkendali

BI Sulut Prediksi Inflasi November 2019 Terkendali

Manado, SULUTREVIEW

Meski inflasi Sulawesi Utara (Sulut) yang diwakili Kota Manado, pada Oktober 2019 berhasil menorehkan angka di atas nasional, yakni sebesar 1.22% (mtm), namun pada November 2019 nanti akan terkendali.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulut, Arbonas Hutabarat menyatakan optimistis bahwa tingkat inflasi Sulut tahun 2019 masih dapat dlkendalikan dalam rentang sasaran inflasi nasional 3.511% (yoy).

“Kondisi tersebut dipengaruhi pergerakan harga tomat sayur yang cenderung fluktuasi sepanjang tahun 2019. Deflasi harga tomat sayur selama tiga bulan berturut-turut pada Februari-April 2019 kembali terkendali pada periode Juli-September 2019,” tukasnya.

Sebaliknya dari pada perkembangan harga pada bulan Mei dan Juni 2019 yang mengalami kenaikan dapat dilihat adanya risiko pembalikan harga (price reversal) tomat sayur pada bulan Oktober-Desember 2019, yang merupakan periode permintaan tinggi terhadap tomat di Sulut.

“Risiko pembalikan harga tersebut sudah terlihat pada data inflasi Oktober 2019, di mana tomat sayur kembali menjadi contributor utama inflasi bulanan Sulut. Berlanjutnya kenaikan harga setelah pembaikan harga ini berisiko berIanjut di bulan November dan Desember 2019,” tandasnya.

Potensi berlanjutnya kenaikan harga dl bulan November juga terlihat dari pantauan survey pemantauan harga BI, di mana harga tomat sayur di minggu kelima Oktober sudah mulai bergerak ke level harga Rp 8.000, masih berisiko untuk berlanjut.

“Mempertimbangkan potensi risiko dan besarnya kontribusi tomat sayur pada pembentukan inflasi Sulut maka pergerakan harga tomat sayur perIu diwaspadai dan mendapat perhatian Iebih dari seluruh instansi dan Iembaga terlait.

Khususnya memasuki periode permintaan tinggi di akhir tahun.

Untuk mengantisipasi tekanan inflasi dari pergerakan harga tomat sayur tersebut, perlu dirumuskan Iangkah-Iangkah dan strategi Jangka pendek yang tepat, khususnya dalam menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi demi mendukung keterjangkauan harga di dua bulan terakhir tahun 2019.

Menilik perkembangan inflasi hingga bulan Oktober. Kantor Perwakilan BI Provinsi Sulut memperkirakan bahwa tekanan inflasi pada bulan November 2019 cenderung tinggi.

“Tekanan inflasi diperkirakan akan bersumber dari berlanjutnya kenaikan harga komoditas strategis Sulawesi Utara. Selain itu faktor cuaca berisiko mempengaruhi produksi komoditas sub kelompok bumbu-bumbuan. Namun demikian, normalisasi pasokan komoditas bumbu-bumbuan di Iuar pulau berpotensi mendorong penurunan harga melalui perdagangan antar daerah,” jelasnya.

Upaya pengendalian inflasi Sulut akan terus dilakukan oleh BI bersama Tim Pengendaluan lnflasi Daerah (TPID). Baik di tingkat Provinsi maupun kabupaten/kota se-Sulut.

Mengacu pada Roadmap TPID Sulut yang sudah disahkan oleh Gubernur Sulut selaku Ketua TPID Provinsi Sulut serta mengacu pada 4 K (Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Dustnbusi, Komunikas, Efektlf).(eda)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply