Sulut Expo 2019 Bukukan Investasi Fantastis Sebesar Rp5,84 Triliun

Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw menutup Sulut Expo 2019

Jakarta, SULUTREVIEW

Target iven Sulut Expo 2019 yang digelar di gedung Smesco Exhibition and Convention Hall, Jakarta Selatan, berhasil membukukan transaksi investasi dengan nilai fantastis.

Berdasarkan laporan panitia yang disampaikan langsung kepada Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey, gelaran Sulut Expo 2019 telah mengumpulkan nilai investasi sebesar Rp5,84 triliun.

Nilai tersebut direalisasikan dalam bentuk investasi di bidang industri, jasa dan pariwisata.

“Nilai investasi telah dituangkan dalam MoU (Memorandum of Understanding) yang telah ditandatangani sebesar Rp4,7 triliun. Tetapi nilai tersebut masih akan bertambah,” kata Olly saat menutup iven Sulut Expo pada Minggu (29/9/2019).

Menurut Olly, capaian investasi tidak terlepas dari usaha dan kerja keras seluruh kabupaten/kota yang melakukan presentasi potensi daerahnya dengan maksimal.

“Terima kasih untuk seluruh kabupaten/kota yang mendukung kegiatan Sulut Expo di Jakarta, bahkan melakukan presentasi dan dialog interaktif dengan baik sehingga banyak investor yang tertarik,” ungkapnya sambil menambahkan bahwa Pemprov Sulut akan mendorong dan memberikan support penuh sehingga investasi yang disepakati lewat kerja sama dapat terealisasi.

“Pemprov akan memberikan dukungan penuh,” kata Olly yang didampingi Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw.

Pelaksanaan Sulut Expo yang digelar sejak tanggal 26-29 September 2019, sambung Olly, disambut antusias warga Kawanua yang ada di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) maupun Kerukunan Keluarga Kawanua (K3).

“Terima kasih untuk semua pihak yang memberikan dukungan pelaksanaan Sulut Expo, para perwakilan negara sahabat yang datang, K3 maupun warga di Jabodetabek. Terima kasih buat para pejabat dari pusat dan daerah, karena selama empat hari tempat pameran dipenuhi pengunjung,” bebernya.

Olly juga memberikan apresiasi atas berlangsungnya Sulut Expo 2019, yang diharapkan akan semakin baik lagi ke depannya.

“Berkat kerja sama dari semua pihak, kegiatan Sulut Expo dapat berlangsung dengan baik,” tukasnya.

Penutupan Sulut Expo ditandai dengan pemukulan tetengkoren.

Pada kesempatan ini, Olly juga mengungkap tentang capaian perekonomian Sulut yang masih bertengger di atas nasional yang pada triwulan II tahun 2019 telah mencatatkan angka di level 5,48% (yoy).

“Selain itu, untuk pengangguran dan kemiskinan dalam beberapa tahun belakangan ini juga berkurang. Bahkan ditopang dengan tingkat kebahagiaan di Sulut yang menempati peringkat dua nasional, ternyata mendorong angka harapan hidup yang tinggi. Sehingga Sulut mendapatkan bonus demografi,” tandasnya.

Diketahui, dalam setiap stand pameran yang diikuti kabupaten/kota berhasil memborong investasi, baik di tingkat lokal, nasional dan internasional.

Dikatakan Wakil Bupati Mitra Jocke Legi, kegiatan Sulut Expo 2019, Kabupaten Mitra telah menampilkan berbagai produk-produk dan hasil unggulan daerah.

“Berbagai produk-produk unggulan dan potensi Pariwisata ditonjolkan, baik yang home industri, maupun pariwisata,” ujarnya. Ia pun berharap, sejumlah produk unggulan, maupun potensi pariwisata yang tertuang dalam kerja sama dapat direalisasikan.

Uniknya, dalam kegiatan yang sama stand yang mengusung hasil pertanian pohon nira melalui produk Cap Tikus 1978 paling banyak direspon pengunjung. Bahkan di iven ini telah disepakati untuk ekspor ke Cina sebanyak satu kontainer dengan volume 24 ribu botol.

“Masih menunggu perampungan dokumen, setelah lengkap pada tahun depan kerja sama akan direlisasikan,” kata Head Marketing Mario Putera.(eda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *