Olly Muluskan Pengembangan Proyek Destinasi Pariwisata Super Prioritas

Jakarta, SulutReview.com

Pemerintah pusat mendorong pengembangan infrastruktur di lima destinasi pariwisata super prioritas yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang-Sulawesi Utara (Sulut).

Pembangunan infrastruktur di daerah-daerah tersebut ditargetkan rampung pada tahun 2020.

Itulah sebabnya, pemerintah secara kontinuitas mempromosikannya secara masif.

Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey yang tampil sebagai keynote speaker menyampaikan secara detail lima proyek infrastruktur strategis di Sulut, yang meliputi bandara Sam Ratulangi International Airport, jalur kereta api Manado-Bitung, jalan tol Manado-Bitung, Manado outer ringroad III dan TPA regional Ilo-ilo.

“Untuk bandara Sam Ratulangi akan dibangun 56.000 meter persegi, sehingga nantinya bisa menampung 6 juta turis yang datang. Bahkan saat ini dari Departemen Perhubungan sudah melakukan evaluasi untuk membangun jalur kereta api dari Manado ke Bitung. Tujuannya untuk mengurangi kemacetan di jalan utama,” ungkap Olly di Rakornas III  yang digelar di Swissotel Jakarta PIK Avenue, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, pada tanggal 10-11 September 2019.

Olly juga menjelaskan pembangunan proyek jalan tol Manado Bitung, yang dalam waktu dekat akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

“Untuk pembangunan Manado outer ringroad III, nantinya, tol dari Manado sampai ke Amurang Minahasa Selatan, akan menjadi daerah destinasi pariwisata ke depan. Infrastruktur ini, untuk mengurai kemacetan yang ada di kota Manado,” tandasnya.

Sementara itu, untuk mendukung Manado bersih, Olly mengatakan Pemprov Sulut tengah mempersiapkan TPA regional Ilo-ilo.

“Dengan adanya TPA ini supaya Manado bersih dari sampah,” tukasnya.

Selain itu, untuk menunjang konektivitas dan aksesbilitas di sejumlah pulau, maka telekomunikasi menjadi kebutuhan yang sangat penting.

“Puji syukur saat ini Palapa ring sudah tersambung sampai ke Talaud, sehingga pemanfaatan telekomunikasi sudah sangat baik. Bahkan sekarang turis yang datang
ke Sulawesi Utara langsung online,” kata Olly sembari merinci bahwa turis yang datang ke Sulut, 60% menggunakan travel dan 40% datang ke sendiri hanya menggunakan travel online.

“Ini kemajuan yang sangat baik sehingga penyebaran turis tidak terkonsentrasi di kelompok-kelompok tertentu. Dengan demikian sangat bermanfaat bagi masyarakat secara langsung,” tandasnya.

Untuk menunjang kebutuhan pasokan listrik, Olly menyebut tengah mempersiapkan pembangunan PLTG Minahasa dengan kapasitas 150 megawatt.

Berbagai persiapan infrastruktur tersebut, menurut Olly sudah ditinjau langsung oleh Presiden Joko Widodo.

“Pak Presiden sudah langsung meninjau lokasi-lokasi untuk pengembangan pariwisata ke depan. Hal itu sebagai dukungan pemerintah agar aksesbilitas dan amenitas berlangsung baik. Ini kami lakukan terus sehingga masyarakat bisa merasakan manfaatnya. Pak Menteri Pariwisata juga sudah melihat kondisi yang ada di lapangan,” kata Olly.

Pastinya, lanjut Olly, pemerintah betul-betul mendukung pariwisata yang ada di kawasan Sulut. Bagaimana manfaat pariwisata dalam kesejahteraan masyarakat, apakah berdampak pada pertumbuhan ekonomi Sulut sampai ke pedesaan.

“Hal ini kita lakukan agar pariwisata di Sulut bisa dirasakan oleh masyarakat,” kuncinya.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengatakan keseriusan pemerintah pusat dituangkan melalui rakornas yang diikuti oleh sejumlah kementerian/lembaga terkait. Mulai dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Keuangan, Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Bappenas dan Bekraf.(srv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *