web analytics

KPK Sorot Optimalisasi Pendapatan Pemda di Provinsi Sulut

KPK Sorot Optimalisasi Pendapatan Pemda di Provinsi Sulut
Saut Sitomorang bersama gubernur dan bupati/walikota se Sulut

MANADO, SULUTREVIEW

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang memberikan perhatian khusus pada pemerintah daerah (pemda), baik provinsi dan 15 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Hal itu berkaitan dengan optimalisasi pendapatan daerah dan manajemen aset.

Menurut Situmorang, para kepala daerah harus mampu menciptakan terobosan dan inovasi. Karena hal itu yang akan mendorong optimalisasi pendapatan.

“Melalui perubahan yang dilakukan pemerintah, maka akan menciptakan kesejahteraan bagi rakyat. Sebab kalau kita sejahtera, maka kita mampu bersaing. Contohnya saja, kalau Bali mampu mendatangkan wisatawan, saya optimis Sulawesi Utara juga dapat melakukannya,” ungkap Situmorang pada saat  Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama Optimalisasi Pendapatan Daerah dan Manajemen Aset Daerah di ruang Tumbelaka Pemprov Sulut, Selasa (10/9/2019).

Untuk dapat mengumpulkan pendapatan memang butuh strategi. Hal itulah yang harus terus didorong.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang.

“Pakailah inovasi untuk kebaikan, yaitu meningkatkan pendapatan,” tandasnya sambil menambahkan bahwa berdasarkan tax ratio, capaian yang diperoleh baru di kisaran 11,5 persen. Sementara negara-negara lain sudah mencapai 30-40 persen.

“Kenapa Indonesia baru 11,5 persen di negara lain sudah ada 30-40 persen. Sebab masyarakatnya ketika
memberi sesuatu ke negara itu bukan dipaksa tetapi karena kesadaran,” tandasnya.

Lebih jauh, Situmorang menambahkan bahwa saat ini, KPK tetap fokus pada tiga poin penting yakni pemberantasan korupsi, penegakan hukum penghasilan dan pendapatan dan perizinan.

“Inilah yang menjadi prioritas KPK,” tandasnya.

Selain itu, Situmorang juga mengajak para kepala daerah di Provinsi Sulut untuk membangun integritas.

Dia mengatakan bahwa Indonesia sesungguhnya tidak kalah dengan negara-negara lain, yang membuatnya berbeda hanya soal integritas. “Mulailah dari hal-hal kecil, buanglah sampah pada tempatnya,, patuhi rambu lalu lintas,” tukasnya.

Sebelumnya, pada kesempatan yang sama, Gubernur Olly Dondokambey mengatakan bahwa penerimaan daerah dan manajemen aset daerah di Provinsi Sulut sangat penting.

“Aset daerah kita memang perlu dioptimalkan. Karena secara langsung aset-aset daerah, terutama dengan adanya pemekaran masih ada hal-hal yang harus dibenahi bersama. Tujuannya agar aset daerah bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah provinsi maupun yang ada di kabupaten kota,” kata Gubernur Olly.

Di samping itu, dengan adanya optimalisasi pendapatan daerah dan manajemen aset daerah serta kerja sama antar daerah, Gubernur Olly meyakini bahwa peningkatan itu juga akan berimbas pada perkembangan di sektor investasi.

“Dengan adanya peningkatan penerimaan, maka akan mendorong banyak orang berinvestasi. Salah satunya dengan memberikan kenyamanan bagi para investor,” sebut Olly.

Kegiatan ini diikuti dengan  penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama optimalisasi penerimaan daerah dan pengelolaan barang milik daerah oleh bupati dan walikota se-Sulut.

Turut hadir, Direktur Umum PT Bank SulutGo Jeffry Dendeng, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Sulut Fredy Kolintama, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut Andi Igbal Arief.(srv)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply