JAKARTA, SULUTREVIEW
Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat M.Sc DEA melakukan presentasi tentang berbagai capaian proyek pendidikan di hadapan langsung Dirjen Belmawa dan Sekjen Kemenristekdikti di Jakarta, Selasa (13/8/2019).
Rektor memaparkan secara detail kemajuan dan capaian
proyek bernama The Support to the Development of Higher Education Project atau sering disebut proyek 7 in 1.
Program tersebut dilaksanakan di tujuh universitas yang tersebar di empat pulau besar yang mewakili wilayah Indonesia, yakni Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dari Pulau Jawa, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) dari Pulau Sulawesi, Universitas Tanjungpura (Untan) dan Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) dari Pulau Kalimantan, serta Universitas Syiah Kuala dari Pulau Sumatera.
“Unsrat masuk dalam percepatan pencapaian program pemerintah Indonesia dalam pengembangan pendidikan tinggi,” kata Kumaat.
Proyek The Support To The Development of Higher Education And Development Of Higher Education In Seven Universities (7 in 1), jelasnya merupakan salah satu kegiatan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yang bersumber dana dari Pinjaman Luar Negeri dan sudah mulai memasuki periode akhir pelaksanaan.
“Untuk itu para rektor dari tujuh universitas dalam skema IDB 7 in 1 diminta untuk memaparkan secara detail kemajuan dan capaian Proyek 7 in 1 berikut soft programs, yaitu pengembangan kurikulum dan SDM maupun civil works dan procurements dari bangunan-bangunan baru proyek IDB,” jelasnya.
Dirjen Belmawa dan Sekjen Kemenristekdikti mengharapkan transisi kurikulum dan proses pembelajaran di era digital terkini benar-benar terimplementasi dengan baik dengan ada pembangunan infrastruktur serta soft programs.
Adapun sumber dana utama proyek ini adalah Islamic Development Bank (IDB) yang mendanai 6 (enam) universitas yaitu Unesa, UNY, UNG, Untan, Unsrat dan Unlam) dan Saudi Fund and Development (SFD) yang mendanai satu universitas yaitu Unsyiah, dengan dana pendamping dari pemerintah Indonesia.(srv)













