web analytics

Lima Pilar Kebijakan Maritim Jokowi Untungkan Pariwisata Sulut

Lima Pilar Kebijakan Maritim Jokowi Untungkan Pariwisata Sulut

Manado, SULUTREVIEW

Peletakkan dasar negara Indonesia yang direalisasikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam lima pilar kebijakan maritim, ternyata sangat menguntungkan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), utamanya kontribusi di sektor pariwisata.

Diungkapkan Guru besar Universitas Pertahanan dan Special Envoy to International Maritime Organization (IMO), Prof Dr Marsetio, Presiden Jokowi merupakan satu-satunya presiden yang sangat peduli dan care dengan wilayah maritim di Indonesia, sebagai poros maritim dunia.

“Dari tujuh presiden di Indonesia, Pak Jokowi telah meletakkan dasar negara dalam lima pilar kebijakan maritim, yakni budaya maritim, sumber daya maritim, infrastruktur dan konektivitas maritim, diplomasi maritim, dan pertahanan maritim,” ungkapnya pada Seminar Nasional Geo Maritim Kawasan dan Perspektif Pertahanan Maritim di aula Fakultas Hukum Unsrat, Jumat (9/8/2019).

Negara dapat dikatakan sebagai negara maritim, kata Marsetio, apabila ada lima elemen sebagai dasar negara kepulauan, yakni geografi, demografi, sumber daya manusia, konektivitas, dan yang saat ini tengah disiapkan pemerintahan Jokowi adalah menyiapkan infrastruktur.

“Pembangunan infrastruktur yang dipacu oleh Presiden Jokowi, adalah untuk mendukung pariwisata. Kenapa, karena yang paling bisa memanfaatkan kedatangan turis adalah sektor pariwisata,” tandasnya.

Prof Dr Marsetio dan Dr Flora Kalalo bertukar cenderamata.

Akan hal ini, Marsetio kembali menegaskan langkah Presiden Jokowi untuk membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata Likupang, menjadi bukti keseriusan Presiden Jokowi dalam memajukan pariwisata Sulut.

“Sulawesi Utara mengalami peningkatan turis yang signifikan. Dan selama Pemerintahan Jokowi, sudah mencapai hampir 600%. Artinya, lima kali lipat dari sebelumnya,” tukasnya sambil merinci bahwa sebuah negara maju tidak ada yang maju negaranya hanya dengan menggali sumber daya alam saja. Hal itu bisa dilihat dari banyak negara yang pariwisatanya tumbuh signifikan.

“Singapura jumlah penduduknya hanya 5,5 juta tetapi jumlah wisatawannya mencapai 15 juta. Demikian juga dengan Malaysia. Inggris penduduknya hanya 4,8 juta tetapi turis yang datang mencapai 65 juta. Ini membuktikan pendapatan negara pariwisata sangat luar biasa. Hal yang sama juga dilakukan Spanyol, Prancis, Amerika,” sebutnya.

Untuk sektor pariwisata di era kedua kepemimpinan Presiden Jokowi, ungkap Marsetio akan fokus dengan target 20 juta wisatawan.

“Untuk menyambutnya, maka infrastruktur pariwisata di Sulut harus ditingkatkan. Hal itu juga harus dibarengi dengan sumber daya manusia, yakni para mahasiswa Fakultas Hukum dengan berbagai potensi yang dimiliki,” ujarnya.

Sebelumnya, Dekan Fakultas Hukum, Dr Flora Kalalo SH MH mengatakan seminar yang diselenggarakan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan merupakan bagian yang terpenting dalam penilaian akreditasi.

“Poros maritim gagasan Pak Jokowi presiden kita sangat penting dipahami mahasiswa. Sebab, potensi negara maritim ini menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakatnya. Di mana Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar. Ini sangat menarik untuk didiskusikan,” imbuhnya.(eda)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply