MANADO, SULUTREVIEW
Mengantisipasi bertambahnya jumlah pengangguran, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), melakukan terobosan dengan menggelar iven Job Fair 2019.
Kegiatan yang melibatkan 50 perusahaan skala lokal dan nasional yang meliputi ritel maupun perbankan dan industri ini, membuka 2.500 lowongan kerja (loker).
Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sulut, Erny B Tumundo mengatakan proses pendaftaran sudah dilakukan secara online. Dengan demikian akan memberikan kemudahan bagi para pencari kerja (pencaker).
“Kami sudah memulai pendafataran secara online melalui e-bursa kerja. Dan yang mendaftar sudah 1.500 pencaker. Selain melalui aplikasi e-bursa kerja, kami juga melayani bagi pencaker yang mendaftar secara manual,” tukasnya saat membuka kegiatan yang digagas Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sulut di IT Center Manado, Selasa (6/8/2019).
Dijelaskan Tumundo, dari berbagai loker yang dibuka tersebut, memberikan kesempatan kepada pencaker dengan tingkat pendidikan yang dibutuhkan perusahaan, yakni jenjang SMA/SMK dan S1.
“Dari 2.500 loker yang ada, 75-80 persen adalah untuk tingkat SMA/SMK dan S1,” tandasnya.

Harapan Pemerintah Provinsi Sulut, sambung Tumundo, terutama lewat program ODSK diharapkan akan terjadi pengurangan angka pengangguran. Karena pemerintah dan perusahaan telah menyediakan lapangan kerja.
Tumundo menambahkan kegiatan Job Fair, juga telah dilaksanakan sejak 2018 di kabupaten/kota. Tujuannya lebih mendekatkan diri pada pencaker.
“Di tahun 2019 ini, sudah ada tiga daerah yang lebih dahulu yakni Tomohon, Minahasa dan Minut. Dengan demikian sejumlah perusahaan yang membutuhkan naker sudah terpenuhi,” tukasnya.
“Kami berharap pencaker lebih banyak yang mendaftar. Kami juga berharap lowongan yang ada bisa terisi semua,” imbuhnya.
Pada kesempatan ini, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sulut Rudi Mokoginta mengatakan Job Fair yang dilaksanakan bertujuan memfasilitasi pencari kerja serta membantu pengusaha untuk dapat tenaga kerja yang berkualitas dan profesional.
“Job Fair ini akan mempertemukan pencari kerja dan pengusaha, sehingga diharapkan akan mendapatkan tenaga kerja yang andal dan profesional,” tukasnya.
Mokoginta menjelaskan jumlah penduduk usia kerja atau
tenaga kerja di Provinsi Sulut per Agustus 2018 sebanyak
1,87 juta orang dengan angka pengangguran terbuka sebanyak 6,68 persen.
“Program Job Fair ini diharapkan akan mengurangi pengangguran dan tentu saja kemiskinan,” tukasnya sembari menambahkan kebanyakan penganggurannya saat ini ada di pedesaan karena di pedesaan itu kurang lowongan kerja.
“Tetapi dengan adanya dana desa, maka di pedesaan mengalami penurunan pengangguran yang signifikan. Hal ini dimungkinkan didorong oleh adanya pembangunan sarana dan prasarana di pedesaan,” tukasnya.
Demikian juga dengan kinerja sektor pertanian tanaman pangan serta usaha mikro kecil dan menengah, saat ini banyak dibantu Dinas Koperasi. “Adanya intervensi pemerintah, kemiskinan dan pengangguran dapat ditekan. Setidaknya hal ini merefleksikan program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK),” tandasnya.(eda)













