Manado, SULUTREVIEW
Tahapan seleksi daerah calon kompetitor Asean Skill Competition XIII tahun 2019, yang diikuti 50 peserta telah rampung, Kamis (20/6/2019).
Peserta yang mengikuti seleksi sesuai bidangnya yang meliputi kejuruan electric installation, kejuruan restaurant service, kejuruan cooking, kejuruan network administration, dan kejuruan otomotif teknologi sudah diketahui kapasitas dan kompetensinya.
Meski masih jauh panggang dari api, namun peserta yang mengikuti seleksi masih memiliki harapan dan peluang untuk berkompetisi di tingkat nasional.
Seleksi atau penjaringan yang diikuti memang tidak mudah karena standar yang ditetapkan cukup tinggi, dengan passing grade.

“Kalau dibandingkan dengan Pulau Jawa, peserta dari Sulut masih jauh tertinggal. Tetapi untuk kejuruan listrik dan otomotif sepertinya punya peluang untuk berkompetisi di tingkat nasional,” ungkap Kepala Seksi Pengembangan Standar Kompetensi Kementerian Tenaga Kerja, Aris Hermanto.
“Dalam penjaringan pesertanya utamanya, saya ingatkan ke temen-temen di Dinas Tenaga Kerja pada 2 tahun nanti, tolong seleksinya lebih prioritas ke industri dan turun ke kabupaten-kabupaten. Sebab yang ikut sekarang hanya sekitaran Manado,” ujar Aris.
Dari sisi potensi fisik peserta, sebut Aris sudah baik, tetapi skill-nya belum sesuai yang diharapkan, mungkin karena mereka rata-rata belum kerja, baru lulus SMK atau fresh graduate jadi pengalaman kerjanya perlu ditingkatkan.
“Masih ada waktu mereka bisa belajar lagi di PLN, Politeknik dan Toyota untuk yang otomotif, atau gimana lah anak-anak diajarin. Kalau nggak cobalah sebulan ini mereka turun ke dunia kerja semacam magang kecil jadi itu yang perlu ditambahkan,” kata Aris kembali.
Tahapan selanjutnya, mereka akan dipanggil untuk seleksi nasional di tanggal 30 Juli sampai 3 Agustus 2019. “Cuma memang yang dipanggil ini menunggu hasil kuota dari 26 provinsi lain. Sudah ada beberapa yang lulus passing grade ini juga belum tentu dipanggil karena melihat sebaran di 26 ini ada beberapa yang sama di rankingnya kita ambil kuota-nya. Saya berharap yang listrik dan otomotif yang kurangnya pengalaman,” dapat belajar lagi.

Sebelumnya, Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs. Edison Humiang, M.Si yang didampingi Kadisnakertrans Provinsi Sulut Ir. Erny Tumundo, M.Si berharap peserta dari Sulut dapat mengikuti seleksi nasional.(eda)













