Manado, SULUTREVIEW
Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Drs Steven Kandouw menegaskan dewasa ini, masih banyak ditemukan kabupaten/kota yang komitmen integritas soal pelayanan publik masih rendah.
“Masih jauh panggang dari api. Padahal era sekarang adalah era keterbukaan dan kita sudah dituntut secara normatif maupun moral, untuk memaksimalkan layanan publik. Namun masih ada yang punya pemikiran yang aneh-aneh yang merupakan penyakit birokrat. Ini hanya menghambat layanan publik,” ungkap Kandouw pada kegiatan pameran kompetisi inovasi pelayanan publik se Sulut yang dirangkai dengan pencanangan program One Agency One Inovation, atau satu instasi satu inovasi di Manado Town Square, Senin (17/6/2019).
Sikap dan perilaku aparat birokrat yang menghambat layanan publik, sambung Kandouw, harus dipinggirkan.
“Tidak ada tempat untuk orang seperti ini. Melalui momentum ini akan memberi inspirasi kepada kita untuk saling berkompetisi baik internal, perangkat daerah di tingkat provinsi maupun lintas kabupaten/kota,” ujarnya sembari mengaku heran karena pada giat yang diikuti puluhan instansi terdapat tiga daerah yang tidak mengikutinya.
“Saya heran ada kabupaten/kota yang tidak ikut. Ini berarti tidak mau kompetisi. Makanya layanan publik dan inivasinya jalan di tempat. Tolong Ombudsman agar dilihat, daerah yang tidak mau ikut yakni Talaud dan Boltim itu ada apa,” tegasnya.

Wagub berharap sebagaimana arahan Gubernur Olly Dondokambey agar semua Perangkat Daerah untuk lebih optimal dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat.
“Agar pelayanan bisa maksimal, perlu adanya pengawasan, untuk itu Pemprov Sulut berterima kasih kepada Ombudsman RI di Sulut yang ikut memantau pelayanan publik di lingkup Pemprov Sulut,” ujarnya.
Sementara itu, melalui Sinergitas Mantapkan Inovasi Pelayanan Publik, Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Sulut, Glady Kawatu mengatakan pameran ini dimaksudkan untuk mendorong terciptanya pengembangan inovasi di bidang pelayanan. Sehingga layanan yang diberikan kepada masyarakat semakin efisien. Sekaligus juga dapat membangun sinergitas antar sesama stakeholder.
“Kegiatan seperti ini agar supaya semua unit layanan dapat melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Kalau masih ada komplain itu tandanya layanan belum maksimal. Dan nantinya bagi Perangkat Daerah yang melakukan inovasi akan diberikan reward,” ujarnya sembari menambahkan sejauh ini gagasan inovasi yang dilakukan sudah ada
yang berbasis teknologi.
Sebelumnya, Deputi Pelayanan Publik Kementerian PAN-RB yang diwakili melalui Kepala Bidang Penyiapan Perumusan Kebijakan Pelayanan Publik Ir Sri Hartini SH MM, mengatakan pelayanan publik adalah dapat melayani masyarakat secara terus-menerus dan berkelanjutan, serta melakukan terobosan sehingga terjadi peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Ini dapat mengimbangi harapan masyarakat. Oleh karena itu Kementerian PAN-RB menetapkan pelayanan publik sebagai percepatan pelayanan publik sejak tahun 2013. Dan kami telah menggaungkan One Agency One Inovation.
“Kompetisi pelayanan inovasi publik telah dilakukan sejak 2014 yang dalam perkembangannya, terutama keikutsertaan lembaga terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada kompetisi tahun ini terjadi peningkatan,” katanya.(eda)












