web analytics

Menag Rayakan Hari Pentakosta Nasional di Sulut dalam Suasana Rukun dan Damai

Menag Rayakan Hari Pentakosta Nasional di Sulut dalam Suasana Rukun dan Damai

Manado, SULUTREVIEW

Perayaan hari Pentakosta Nasional Persekutuan Gereja-Gereja Pantekosta Indonesia (PGPI) di Sulawesi Utara (Sulut), dihadiri langsung Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin.

Pada moment istimewa tersebut Menag mengajak seluruh umat Kristen dan masyarakat yang ada di Sulut untuk terus merawat keberagaman dan kehidupan yang harmonis antar sesama.

Hal itu penting demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Saya sangat bersyukur, karena bisa hadir dalam kegiatan ini. Untuk itu, saya langsung ingin manyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PGPI yang telah meningkatkan kualitas agama dan iman umat Kristen di Indonesia,” kata Menag Saifuddin, pada pembukaan
Perayaan Pentakosta Nasional yang digagas PGPI di Pantecostal Center, Manado (11/6/2019).

Lanjutnya, PGPI diharapkan dapat terus membantu pemerintah dalam mengaktulisasikan nilai agama. Lebih dari itu dapat meningkatkan harkat dan martabat manusia.

Menag juga mengajak umat Kristiani untuk terus bersyukur dalam momentum merayakan hari Pentakosta nasional dimana gerakan Pentakosta merupakan misi baik berkembang menaungi 83 sinode gereja demi menjaga keutuhan NKRI.

“Nilai  Keagaman, kemanusiaan dan kebangsaan yang dibangun oleh anggota PGPI sesuai untuk merespon suasana global. Penting merawat keberagaman, mari terus jaga bersama, PGPI berada di garda terdepan untuk menjaga NKRI, saling membimbing menuju jalan kedamaian,” ujar Menteri.

Menteri berterima kasih Pimpinan PGPI memberi diri dengan sungguh untuk meneduhkan setiap situasi kehidupan dalam masyarakat yang begitu beragam.

“Semua Umat harus saling mencintai bukan membenci, teruslah tebarkan kasih yang menjunjung tinggi harkat dan martabat. Gunakan media sosial dengan bijak, menggunakan akhlak,” ujar Menteri

Dilanjutkannya, Kementerian Agama terus mensosialisikan moderasi beragama, karena dipahami agama hakekatnya moderat atau tidak ekstrim. Karena Tuhan menurunkan agama untuk manusia, harus pahami agama dengan benar jangan terjerumus pada pemahaman yang berlebihan.

“Waspadai esktrimitas, Pahami dan amalkan nilai agama, jaga dengan baik dalam jalur moderat, tidak ke kiri dan ke kanan,

Sehebat apapun ilmu kita dibidang apapun , tapi tidak dibekali pemahaman agama yang moderat serta terlalu ekstrim akan menjadi kontraduktif dalam kehidupan masyarakat.”ujarnya

Semua organisasi agama harus mempunyai pemahaman sama, hindari pemahaman ekstrim.

Menteri mengajak terus bumikan nilai agama dengan pendekatan hati penuh rasa.

Penuhi kehidupan dan media sosial dengan hal positif, gunakan akal sehat. Miliki empati, toleransi, mau dan mampu saling menghormati perbedaan. Jadilah teladan untuk saling menopang bagi sesama.

Menutup sambutan Menteri Agama menyampaikan selamat merayakan hari Pentakosta, mari terus berjuang dan berdoa agar kedamaian selalu ada di Indonesia, senantiasa dijaga dari perpecahan dan tetap merawat persatuan dan kesatuan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw mewakili Gubernur Olly Dondokambey,  menyampaikan kepada Menteri Agama bahwa  Sulut  selalu Kondusif, Harmoni, Roh Kudus Selalu Hadir menjaga Sulawesi Utara.

Gubernur Selalu berusaha menciptakan kehidupan harmonis antar umat, Gubernur memberikan perhatian khusus dengan memberi asuransi bagi tokoh-tokoh religi di Sulut dengan memberikan asuransi kecelakaan dan kematian. Wagub juga menyampaikan terima kasih atas sumbangan pikiran dari PGPI yang sangat bermanfaat bagi Sulut untuk menciptakan kehidupan yang damai.

Hadir dalam acara terasebut ketua umum PGPI, Pendeta Jacob Nahuway, Dirjen Bimas Kristen Kementrian Agama RI, ketua sinode GPDI Pendeta Ivonne Awuy, para anggota PGPI se Indonesia.(eda)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply