Pembunuhan Calon Pendeta Melinda, Adalah Perbuatan Keji

PEMBUNUHAN terhadap calon pendeta, Melindawati Zidemi alias Melinda yang terjadi di Sungai Baung Sumatera Selatan (Sumsel) pada Selasa (26/3/2019), menorehkan keprihatinan dan duka mendalam dari berbagai kalangan.

Tindakan tersebut dinilai keji dan biadab. Pasalnya, sesaat sebelum dibunuh calon pendeta ini, telah diperkosa oleh pelaku.

Korban yang diketahui akan segera menikah dalam waktu dekat ini menuai kutukan dan kecaman.

Salah satu hamba Tuhan dan pengajar di STT Jakarta, Junifrius Gultom menyatakan agar pelaku harus dihukum setimpal.

“Berita ini sudah banyak dibagikan di media sosial. Saya benar-benar mengutuk perbuatan keji ini dan berdoa kiranya polisi secepatnya menangkap pelaku dan pengadilan penghukum seberat-beratnya. Doa saya juga keluarga diberi kekuatan Allah untuk menghadapi peristiwa ini,” katanya Rabu (26/3/2019).

Berdasarkan perkembangan yang ada, seorang bocah berusa 11 tahun, NT dinyatakan selamat dari peristiwa perampokan dan pemerkosaan yang telah menewaskan calon pendeta Melinda Zidemi.

Korban NT (11) yang selamat dari pembunuhan  pendeta cantik di Sungai Baung OKI Sumsel ini ditemukan berjarak, kurang lebih 100 meter dari tempat kejadian. Di mana korban ditemukan dengan kondisi terikat oleh tali karet ban bekas.

Menurut Supriadi Kabid Humas Polda Sumsel, kuat dugaan bahwa tersangka dalam pembunuhan ini menyangka bahwa korban NT sudah meninggal.

“Di luar dugaan pelaku, ternyata korban NT selamat, dan kini jadi saksi, dapat melepaskan diri dan kabur,” ungkapnya di Instalasi Forensik Rs Bhayangkara Palembang, sebagaimana diberitakan Tribunsumsel.com.

“Saat ini korban sudah diamankan, kita akan merawat sampai kondisinya pulih, dan kita kuga akan terus mencari informasi dan mengembangkannya untuk mengungkap kasus ini,” sebutnya.

Menurut Supriadi, kondosi psikis korban selamat, masih mengalami trauma.

“Korban selamat terdapat luka di punggung. Diduga korban diseret menuju tempat semak-semak yang ada dua TKP nya,” tukasnya.

Diketahui, jenazah Melinda Zidemi alias Melindawati yang menjadi korban pembunuhan dan pemerkosaan dibawa di RS Bhayangkara Palembang.(eda/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *